Tak Takut Stigma Tertular, Hafiza Berdayakan Mantan Pasien Kusta Jahit Jilbab

Young and Healthy

Tak Takut Stigma Tertular, Hafiza Berdayakan Mantan Pasien Kusta Jahit Jilbab

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Jumat, 19 Jun 2015 16:00 WIB
Tak Takut Stigma Tertular, Hafiza Berdayakan Mantan Pasien Kusta Jahit Jilbab
Hafiza Elvira Nofitariani (Foto: Dok. Pribadi)
Jakarta - Stigma di masyarakat bahwa kusta merupakan penyakit yang mengerikan dan sangat menular membuat pasien maupun mereka yang sudah sembuh didiskriminasi. Namun bagi Hafiza Elvira Nofitariani (25) dan teman-temannya, hal ini justru membuatnya tergerak untuk membantu.

"Sebenarnya awal mula terbentuknya itu karena ada tugas kampus. Jadi waktu dulu pas Mapres (Mahasiswa Berprestasi -red-) ada pelatihan khusus buat finalis Mapres dari 12 fakultas, namanya Indonesia Leadership Development Program. Di akhir training itu, kita diwajibkan berkelompok membuat proyek sosial di masyarakat," ujar Hafiza kepada detikHealth, Jumat (19/6/2015).

Lulusan Fakultas Ilmu Keperawatan UI ini pun kemudian mendirikan proyek Nalacity bersama keempat teman-temannya, Yovita Salysa Aulia, Alfi Syahriyani, Andreas Sanjaya, dan Arriyadhul Qolbi. Nalacity sendiri adalah wirausaha sosial yang memberdayakan ibu-ibu mantan pasien kusta atau OYPMK (Orang Yang Pernah Mengalami Kusta) di Sitanala, Tangerang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemilihan Sitanala sebenarnya karena salah satu founder ada yang tinggal di Tangerang dan dia sering lihat ada orang yang meminta-minta di pinggir jalan, tukang sapu jalanan, tukang becak, yang ternyata mantan pasien kusta. Setelah diselidiki ternyata mereka punya kisah yang mengharukan, setelah itulah kita tetapkan Sitanala sebagai lokasi proyek sosial kita," imbuhnya.

Sayangnya meskipun Hafiza dan teman-temannya memiliki niat baik, respons awal para mantan pasien kusta di Sitanala ini justru sempat kurang baik. Diakui Hafiza, saat kali pertama mereka berkunjung penduduk setempat masih belum mau terbuka dan sedikit bicara. Menurut pengakuan beberapa mantan pasien, mereka memang memiliki pengalaman yang tak menyenangkan dengan beberapa lembaga sosial.

Bukan tanpa rasa cemas, Hafiza juga awalnya sempat cemas dan takut tertular. Namun berbekal ilmu keperawatan yang dimilikinya, Hafiza pun menelusuri informasi tentang kusta dan penularannya. Karena kedatangan Hafiza dan teman-temannya tak menunjukkan keraguan atau ketakutan, para mantan pasien kusta di Sitanala ini pun mulai percaya dan mau diajak bekerja sama.

"Masih banyak masyarakat yang memiliki stigma seperti itu. Bahkan memegang atau menggunakan produk yang dibuat oleh mantan pasien kusta saja masih dikhawatirkan menularkan kusta. Tapi kami melihat potensi bakat yang mereka miliki adalah menjahit, untuk itu kita mulai awalnya dengan menjahit jilbab," tutur Hafiza.

Dengan telaten Hafiza dan teman-temannya datang mengajarkan menjahit jilbab. Rupanya meskipun kondisi fisik para mantan pasien ini mungkin tak sempurna, namun mereka cukup terampil menjahit dan memasang manik-manik di jilbab. Sampai saat ini, total sekitar 20 mantan pasien kusta rutin mengerjakan jilbab pesanan Nalacity.

"Alhamdulillah masih berjalan. Masyarakat sudah mengenal Nalacity dan kegiatannya di Sitanala. Justru mereka mendukung kegiatan Nalacity karena kami diharapkan bisa mengedukasi masyarakat lainnya tentang kusta dan bahwa mantan pasien kusta tidak boleh didiskriminasi," ungkapnya.

Ya, masih banyak orang menganggap kusta adalah penyakit yang sangat mudah menular padahal sebenarnya tidak selalu demikian. Ini bergantung dari imunitas tubuh tiap orang.

Baca juga: Diragukan karena Masih Muda, dr Marissa Tetap Ramah dan Ajak Pasien Curhat



(ajg/up)

Berita Terkait