dr Ahmad Fuady, MSc-HEPL dari Kepala Klinik Dokter Keluarga (KDK) FK UI Kayu Putih mengatakan bahwa pada dasarnya perjalan jauh merupakan salah satu syarat (rukhsah) untuk boleh tidak berpuasa. Namun bagi yang ingin tetap berpuasa, pastikan makan sahur dan air yang diminum cukup untuk perjalanan jauh.
Baca juga: Ingin Mudik Naik Sepeda Motor? Perhatikan 4 Dampak Kesehatannya
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
dr Ahmad mengatakan ada beberapa hal yang penting diperhatikan ketika ingin mudik dan berpuasa. Pertama adalah usia. Jika pemudik atau kerabat dan keluarga yang turut serta dalam satu rombongan sudah termasuk lanjur usia, disarankan untuk lebih diperhatikan kondisi kesehatannya.
Kedua adalah persiapan obat-obat sederhana. Selalu sediakan obat untuk mengatasi keluhan paling umum yakni sakit kepala, mual atau flu. Segera berbuka ketika mengalami keluhan tersebut dan jangan memaksakan diri puasa.
"Jika mengalami keluhan tersebut, jangan paksakan untuk terus mengemudi. Beristirahat dan bergantian dengan yang lain, jika memungkinkan," tambahnya lagi.
Terakhir, pilih moda transportasi yang paling cepat dan nyaman agar ibadah puasa dapat dijalankan dengan baik. Jika memungkinan, mudik menggunakan kereta atau pesawat lebih disarankan bagi yang ingin berpuasa.
"Yang paling baik tentu yang menawarkan perjalanan dalam waktu yang lebih singkat, misalnya pesawat atau kereta. Meski demikian, jika naik bus atau mobil, tetap dapat berpuasa," pungkasnya.
Baca juga: Saran Agar Tetap Sehat Bugar Saat Mudik Naik Sepeda Motor
(mrs/vta)











































