Psikolog dari San Diego State University, Amerika Serikat, membuktikan hal tersebut dengan meneliti para mahasiswa yang bekerja. Sibuk belajar dan kerja membuat mahasiswa menjadi salah satu golongan yang rentan kesehatan mentalnya.
"Jika dipikirkan 24 jam untuk mahasiswa, selain tidur mereka harus belajar dan bekerja rata-rata 4 jam sehari. Masuk akal jika mahasiswa juga memiliki potensi kesehatan yang relevan," kata salah satu peneliti Allison Vaughn seperti dikutip dari Reuters pada Jumat (24/7/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Tempat Kerja dan Kesehatan Mental Seseorang Berhubungan Lho
Hasilnya mahasiswa yang relasi dengan atasannya tak baik memiliki kesehatan mental yang lebih buruk. Mereka melaporkan kepuasan kerja rendah, sering berpikir berhenti kerja, dan lebih merasa lelah.
Hasil serupa juga sama apabila relasi dengan rekan kerja buruk.
Sementara itu mahasiswa yang relasinya baik melaporkan gejala stres yang lebih sedikit, minim depresi dan cemas, serta merasa lebih puas dengan kehidupannya.
Studi yang telah dipublikasi di jurnal American College Health ini dikatakan peneliti semakin menambah bukti bahwa pengalaman negatif di tempat kerja turut berkontribusi terhadap masalah kesehatan mental.
Baca juga: Mempunyai Hewan Peliharaan Bisa Jaga Kesehatan Mental
(fds/up)











































