Jatuh dari Ketinggian, Bocah Ini Diselamatkan Boneka Minion

True Story

Jatuh dari Ketinggian, Bocah Ini Diselamatkan Boneka Minion

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Senin, 27 Jul 2015 11:05 WIB
Jatuh dari Ketinggian, Bocah Ini Diselamatkan Boneka Minion
Foto: thinkstock
Colorado - Demam Minion atau karakter lucu berbentuk seperti kapsul berwarna kuning yang ada dalam film kartun Despicable Me seakan telah menjangkiti hampir seluruh anak di dunia, bahkan juga orang dewasa. Mainannya pun selalu laku keras.

Menariknya, beberapa waktu lalu dikabarkan ada seorang anak yang berhasil diselamatkan dari sebuah insiden karena boneka Minion miliknya. Kisah bermula saat bocah perempuan ini sedang bermain di dekat jendela rumahnya. Kebetulan si anak dan kedua orang tuanya tinggal di lantai 3 sebuah apartemen di North Murray Boulevard, Colorado Springs.

Baca juga: Jatuh dari Lantai 3 dan Tertabrak Mobil, Balita Ini Berhasil Selamat

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Entah karena posisi si anak yang terlalu dekat dengan jendela ataukah ia terdorong oleh sesuatu, yang pasti anak ini kemudian dilaporkan terjatuh dalam posisi backward atau punggung yang menghadap tanah terlebih dahulu.

Banyak yang menduga anak ini mengalami cedera parah. Namun di luar dugaan, ia justru selamat berkat boneka Minion yang ia bawa.
 
"Untungnya saat si anak terjatuh, ia tetap menggenggam mainannya yang diyakini telah menahan tubuhnya saat mencapai tanah," terang salah satu petugas kepolisian Colorado terkait insiden ini seperti dikutip dari Mirror, Senin (27/7/2015).

Bocah ini dikabarkan hanya mengalami patah lengan, selebihnya kondisinya baik-baik saja. Beberapa hari sebelum berita ini diturunkan, si bocah sudah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit.
 
Baca juga: Tak Hati-hati Saat Bermain, Anak Juga Berisiko Tinggi Cedera Selangkangan
 
Di sisi lain, psikolog anak dan remaja Ratih Zulhaqqi, MPsi, mengingatkan bahwa membelikan mainan untuk anak juga harus ada pertimbangannya. "Jika sejak kecil sudah dibiasakan dibelikan banyak mainan apapun, nanti akan terbentuk jiwa konsumtif," terangnya kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

Untuk itu bila anak minta dibelikan mainan, sebaiknya orang tua menanyakan alasan si anak terlebih dahulu. "Jika dia mau beli mainan seri terbaru, maka ajarkan untuk memberikan mainan lamanya pada orang lain. Anak juga akan belajar berbagi," tutur Ratih.

Membelikan mainan anak pun diusahakan hanya dalam periode tertentu saja, seperti dua atau tiga bulan sekali. Selain itu, batasi harganya semisal maksimal Rp 50 ribu. Jadi bilamana anak meminta mainan dengan harga Rp 400 ribu, maka dia harus sabar menunggu hingga delapan bulan lagi.

"Dari mainan saja, anak bisa memberikan tuntutan-tuntutan. Kalau ada aturan yang diterapkan orang tua, maka anak akan belajar menahan diri," pungkasnya. (lll/up)

Berita Terkait