Menariknya, beberapa waktu lalu dikabarkan ada seorang anak yang berhasil diselamatkan dari sebuah insiden karena boneka Minion miliknya. Kisah bermula saat bocah perempuan ini sedang bermain di dekat jendela rumahnya. Kebetulan si anak dan kedua orang tuanya tinggal di lantai 3 sebuah apartemen di North Murray Boulevard, Colorado Springs.
Baca juga: Jatuh dari Lantai 3 dan Tertabrak Mobil, Balita Ini Berhasil Selamat
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banyak yang menduga anak ini mengalami cedera parah. Namun di luar dugaan, ia justru selamat berkat boneka Minion yang ia bawa.
"Untungnya saat si anak terjatuh, ia tetap menggenggam mainannya yang diyakini telah menahan tubuhnya saat mencapai tanah," terang salah satu petugas kepolisian Colorado terkait insiden ini seperti dikutip dari Mirror, Senin (27/7/2015).
Bocah ini dikabarkan hanya mengalami patah lengan, selebihnya kondisinya baik-baik saja. Beberapa hari sebelum berita ini diturunkan, si bocah sudah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit.
Baca juga: Tak Hati-hati Saat Bermain, Anak Juga Berisiko Tinggi Cedera Selangkangan
Di sisi lain, psikolog anak dan remaja Ratih Zulhaqqi, MPsi, mengingatkan bahwa membelikan mainan untuk anak juga harus ada pertimbangannya. "Jika sejak kecil sudah dibiasakan dibelikan banyak mainan apapun, nanti akan terbentuk jiwa konsumtif," terangnya kepada detikHealth beberapa waktu lalu.
Untuk itu bila anak minta dibelikan mainan, sebaiknya orang tua menanyakan alasan si anak terlebih dahulu. "Jika dia mau beli mainan seri terbaru, maka ajarkan untuk memberikan mainan lamanya pada orang lain. Anak juga akan belajar berbagi," tutur Ratih.
Membelikan mainan anak pun diusahakan hanya dalam periode tertentu saja, seperti dua atau tiga bulan sekali. Selain itu, batasi harganya semisal maksimal Rp 50 ribu. Jadi bilamana anak meminta mainan dengan harga Rp 400 ribu, maka dia harus sabar menunggu hingga delapan bulan lagi.
"Dari mainan saja, anak bisa memberikan tuntutan-tuntutan. Kalau ada aturan yang diterapkan orang tua, maka anak akan belajar menahan diri," pungkasnya. (lll/up)











































