5 Kebiasaan yang Bisa Bikin Sperma 'Keok'

5 Kebiasaan yang Bisa Bikin Sperma 'Keok'

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Kamis, 20 Agu 2015 19:35 WIB
5 Kebiasaan yang Bisa Bikin Sperma Keok
Foto: ThorstenSchmitt
Jakarta - Bagi pria, sperma memegang peranan penting dalam bereproduksi. Sayangnya, beberapa hal kerap dilakukan para pria dan bisa menurunkan kualitas spermanya.

Seperti dirangkum detikHealth dari berbagai sumber pada Kamis (20/8/2015), berikut kebiasaan-kebiasaan yang bisa membuat kualitas sperma pria 'keok'.

Baca juga: Makanan untuk Meningkatkan Kesuburan Pria

1. Tidak menjaga berat badan

Foto: Thinkstock
Dalam penelitian yang dipresentasikan dalam pertemuan tahunan Endocrine Society tersebut, para ilmuwan menyebut berat badan berlebih juga terbukti mengurangi kualitas sperma.

Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan mengamati 65 pasangan yang mendatangi klinik kesuburan. Tiap pekan, partisipan pria menjalani pelatihan tentang nutrisi dan aktivitas fisik selama setahun. Di akhir penelitian, pria yang paling banyak mengalami penurunan berat badan punya peluang lebih besar untuk membuahi pasangan.

"Ini merupakan penelitian prospektif pertama yang menunjukkan bahwa pasangan pria yang gemuk lebih sulit membuahi pasangannya," kata salah seorang peneliti, Dr Jean Patrice Baillargeon.

2. Lembur

Foto: Thinkstock/stokkete
Sebuah penelitian yang dilakukan National Institutes of Health (NIH) dan Stanford University mengungkapkan pria yang sering kerja lembur, mengidap hipertensi atau tekanan darah tinggi dan mengonsumsi lebih dari satu macam obat mempunyai kualitas sperma yang buruk.

Jumlah sperma mereka juga hanya berkisar 39 juta, padahal pria yang sehat biasanya memiliki sperma berkisar antara 40-300 juta. Dr Eisenberg mengatakan tubuh pria yang kerap dipaksa kerja lembur akan memproduksi lebih banyak hormon-hormon steroid seperti kortisol.

"Jadi kortisol atau pemicu stresnya bertambah, tekanan darah ikut naik, namun di sisi lain kondisi semacam ini akan menurunkan jumlah testosterone-nya," terangnya.

3. Malas makan buah dan sayur

Foto: admn
Allan Pacey, profesor andrologi dari University of Sheffield Inggris mengatakan kurangnya kesadaran pria akan pola makan yang sehat berpengaruh besar pada kualitas sperma yang dihasilkan.

Untuk itu, Prof Pacey sepakat bila pasangan ingin cepat punya momongan lebih baik memenuhi kebutuhan sayur dan buah mereka secara rutin, dengan lima porsi buah dan/sayur setiap harinya.

Para pakar meyakini kedua bahan makanan ini kaya akan antioksidan yang berguna untuk meningkatkan kualitas sperma, termasuk mengurangi efek negatif dari mengonsumsi makanan berlemak atau daging-dagingan yang dapat menurunkan tingkat kesuburan.

4. Kebanyakan makan daging olahan

Foto: forwimuwi73/Pixabay
Studi yang dilakukan oleh Harvard T.H. Chan School of Public Health menemukan adanya hubungan antara konsumsi daging olahan seperti sosis, bacon dan daging kalengan dengan infertilitas pada pria.

Dalam studi yang telah dipublikasikan dalam jurnal Fertility & Sterility ini dilakukan pengamatan terhadap 141 responden pria dalam program bayi tabung dengan pasangan masing-masing. Para responden ini diminta untuk memberikan informasi tentang diet mereka, termasuk berapa banyak daging olahan yang dikonsumsi.

Dr Rebecca Sokol dari American Society for Reproductive Medicine menambahkan, hasil studi ini menunjukkan bahwa jenis dan banyaknya daging olahan yang dikonsumsi oleh seorang pria dapat memengaruhi kemampuan spermanya dalam membuahi sel telur.

5. Merokok

Foto: thinkstock
Merokok dapat merusak konsentrasi sperma. Konsentrasi sperma sendiri merupakan sperma yang ditemukan dalam sejumlah air mani. Penelitian telah menunjukkan bahwa pria yang merokok mengalami penurunan konsentrasi sperma sebanyak 23 persen.

Tak cuma konsentrasinya saja, studi juga mengungkapkan bahwa kebiasaan merokok dapat mengganggu kemampuan sperma untuk berenang. Padahal jika sperma tidak bisa berenang dengan baik, mereka akan mengalami kesulitan untuk bisa mencapai sel telur dan membuahinya.

Pada pria yang merokok, para peneliti menemukan penurunan 13 persen dalam pergerakan spermanya. Dari segi bentuk, merokok rupanya juga dapat memberi pengaruh pada struktur sperma. Kondisi ini juga dapat memengaruhi kemampuan si sperma untuk bisa berenang menuju sel telur.
Halaman 2 dari 6
Dalam penelitian yang dipresentasikan dalam pertemuan tahunan Endocrine Society tersebut, para ilmuwan menyebut berat badan berlebih juga terbukti mengurangi kualitas sperma.

Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan mengamati 65 pasangan yang mendatangi klinik kesuburan. Tiap pekan, partisipan pria menjalani pelatihan tentang nutrisi dan aktivitas fisik selama setahun. Di akhir penelitian, pria yang paling banyak mengalami penurunan berat badan punya peluang lebih besar untuk membuahi pasangan.

"Ini merupakan penelitian prospektif pertama yang menunjukkan bahwa pasangan pria yang gemuk lebih sulit membuahi pasangannya," kata salah seorang peneliti, Dr Jean Patrice Baillargeon.

Sebuah penelitian yang dilakukan National Institutes of Health (NIH) dan Stanford University mengungkapkan pria yang sering kerja lembur, mengidap hipertensi atau tekanan darah tinggi dan mengonsumsi lebih dari satu macam obat mempunyai kualitas sperma yang buruk.

Jumlah sperma mereka juga hanya berkisar 39 juta, padahal pria yang sehat biasanya memiliki sperma berkisar antara 40-300 juta. Dr Eisenberg mengatakan tubuh pria yang kerap dipaksa kerja lembur akan memproduksi lebih banyak hormon-hormon steroid seperti kortisol.

"Jadi kortisol atau pemicu stresnya bertambah, tekanan darah ikut naik, namun di sisi lain kondisi semacam ini akan menurunkan jumlah testosterone-nya," terangnya.

Allan Pacey, profesor andrologi dari University of Sheffield Inggris mengatakan kurangnya kesadaran pria akan pola makan yang sehat berpengaruh besar pada kualitas sperma yang dihasilkan.

Untuk itu, Prof Pacey sepakat bila pasangan ingin cepat punya momongan lebih baik memenuhi kebutuhan sayur dan buah mereka secara rutin, dengan lima porsi buah dan/sayur setiap harinya.

Para pakar meyakini kedua bahan makanan ini kaya akan antioksidan yang berguna untuk meningkatkan kualitas sperma, termasuk mengurangi efek negatif dari mengonsumsi makanan berlemak atau daging-dagingan yang dapat menurunkan tingkat kesuburan.

Studi yang dilakukan oleh Harvard T.H. Chan School of Public Health menemukan adanya hubungan antara konsumsi daging olahan seperti sosis, bacon dan daging kalengan dengan infertilitas pada pria.

Dalam studi yang telah dipublikasikan dalam jurnal Fertility & Sterility ini dilakukan pengamatan terhadap 141 responden pria dalam program bayi tabung dengan pasangan masing-masing. Para responden ini diminta untuk memberikan informasi tentang diet mereka, termasuk berapa banyak daging olahan yang dikonsumsi.

Dr Rebecca Sokol dari American Society for Reproductive Medicine menambahkan, hasil studi ini menunjukkan bahwa jenis dan banyaknya daging olahan yang dikonsumsi oleh seorang pria dapat memengaruhi kemampuan spermanya dalam membuahi sel telur.

Merokok dapat merusak konsentrasi sperma. Konsentrasi sperma sendiri merupakan sperma yang ditemukan dalam sejumlah air mani. Penelitian telah menunjukkan bahwa pria yang merokok mengalami penurunan konsentrasi sperma sebanyak 23 persen.

Tak cuma konsentrasinya saja, studi juga mengungkapkan bahwa kebiasaan merokok dapat mengganggu kemampuan sperma untuk berenang. Padahal jika sperma tidak bisa berenang dengan baik, mereka akan mengalami kesulitan untuk bisa mencapai sel telur dan membuahinya.

Pada pria yang merokok, para peneliti menemukan penurunan 13 persen dalam pergerakan spermanya. Dari segi bentuk, merokok rupanya juga dapat memberi pengaruh pada struktur sperma. Kondisi ini juga dapat memengaruhi kemampuan si sperma untuk bisa berenang menuju sel telur.

(rdn/up)

Berita Terkait