Steffen didiagnosa LCH sejak September 2013. Penyakit langka ini menyerang tulang dan organ tubuh Steffen lain. Untuk mengatasi penyakitnya, bocah pecinta truk ini menjalani kemoterapi 4 kali. Kondisinya pun sempat membaik setelah menjalani kemoterapi.
Sayang, meski sudah dijadwalkan untuk menjalani transplantasi sel tulang belakang dan stem sel yang didonasikan dari saudari perempuannya, Steffen mengalami sepsis setelah fungsi livernya terganggu. Beberapa saat kemudian, Steffem meninggal dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum Steffen meninggal, Make-a-Wish Foundation berencana mengundang Steffen sebagai bintang tamu di acara reli truk Phoenix's Monster Jam. Karena kondisinya memburuk, tujuh jam sebelum meninggal, Steffen dinobatkan sebagai 'penggemar minggu' ini oleh Monster Jam.
Walau impiannya saat masih hidup tidak terwujud, keluarga pun melakukan sesuatu untuk menghormati Steffen. Caranya, dengan mendatangkan truk-truk Monster Jam ke area pemakaman Steffen. Selain itu, keluarga juga menelepon semua orang yang mempunyai truk besar untuk hadir ke pemakaman Steffen lengkapdengan truk besar mereka.
"Tidak disangka, ada lebih dari 100 truk yang dibawa oleh undangan. Ada berbagai jenis truk seperti semi pick-up, jip militer, bahkan truk berukuran besar," kata salah satu anggota keluarga seperti dikutip dari Woman's Day pada Selasa (1/9/2015).
Peristiwa ini pun mengundang banyak simpati dari masyarakat. Salah satu pengguna twitter dengan akun @DanielleLerner menuliskan jika ia amat terharu dengan hadirnya banyak truk, jip, dan traktor yang berkumpul pada pemakaman anak berusia 3 tahun yang memang hobi dengan segala sesuatu berbau truk itu.
Bahkan, ABC15 Arizona melaporkan secara langsung acara pemakaman Steffen melalui unggahan foto yang terdapat di tautan twitter @abc15.
Baca juga: Berenang di Sungai, Atlet Remaja Terserang Amoeba Pemakan Otak
(rdn/up)











































