Salah satu reseptor dopamin tersebut disebut D1 yang akan aktif terstimulasi ketika alkohol dikonsumsi dalam jumlah yang melebihi ambang batas. Nah, perubahan pada D1 yang disebabkan konsumsi alkohol itulah justru mengaktivasi otak agar terus mengonsumsi alkohol.
"Bila saraf ini terangsang dan menjadi sangat aktif, maka Anda ingin terus menerus mengonsumsi alkohol. Akibatnya, Anda akan harus akan konsumsi alkohol," ungkap Jun Wang selaku penulis studi, dikutip dari Newser pada Sabtu (5/9/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebuah studi dalam Journal of Neuroscience, menjelaskan bahwa pada tikus percobaan yang terpapar alkohol tampak bahwa saraf mereka menjadi lebih sempurna dibanding yang tidak terpapar alkohol. Tikus tersebut juga menjadi senang minum minuman beralkohol.
Namun, ketika tikus tersebut diberi obat D1 blocker, keinginannya untuk minum alkohol hilang. Terkait penelitian yang ia lakukan, Wang menuturkan bahwa hasil studinya merupakan temuan yang luar biasa. Apalagi, jika konsumsi alkohol bisa ditekan denganb memanfaatkan respons pada reseptor D1.
"Penemuan ini akan dilanjutkan untuk mengetahui kinerja otak yang terpapar alkohol. Bila kita dapat mengetahuinya, maka suatu hari nanti kita akan dapat menghentikan kecanduan ini," tutup Wang.
(rdn/up)











































