Dulunya, sebelum digunakan IPM, perawatan nyeri awalnya berupa kompres, lalu konsumsi obat non-pioid yang akan meningkat dosisnya jika tak mempan. Baru pilihan terakhir pada operasi. Nah, ketika pasien tidak mau dioperasi, biasanya akan timbul kebingungan terapi apa yang bisa dilakukan, demikian dikatakan dr Mahdian Nur Nasution, SpBS.
"Nah, ini menciptakan gap ketika pasien tidak mau dioperasi. IPM ini merupakan proses minimal invasif misalnya tidak perlu sayatan, hanya dirawat 1 hari, dan tidak perlu persiapan rumit. IPM mengisi kekosongan antara terapi obat dan operasi," kata dr Mahdian di Klinik Nyeri dan Tulang Belakang Jakarta, Jl Buncit Raya, Jakarta Selatan, Jumat (11/9/2015)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut pengalaman dr Mahdian, dari 10 orang yang mengalami nyeri kronis, 9 orang tidak mau dioperasi. Maka dari itu, IPM dianggap menjadi alternatif yang baik bagi pasien yang mengalami nyeri tapi enggan operasi.
Pada dasarnya, lanjut dr Mahdian, nyeri adalah pengalaman sensorik dan psikis dan merupkan tanda ada kerusakan jaringan atau ada sesuatu yang berpotensi menimbulkan kerusakan jaringan. Saat ini, PBB sudah memasukkan nyeri sebagai tanda vital ke-lima setelah suhu, nadi, respirasi, dan tekanan darah.
"Pada usia produktif, nyeri bisa membuat kegiatan terganggu sehingga obat penghilang nyeri konsumsinya tinggi sekali. Kalau sudah minum obat lantas dosisnya tambah terus, lalu tidak mempan, kan kasihan pasiennya. Dengan IPM, kita lakukan intervensi pada nyerinya," kata dr Mahdian.
IPM menurut dr Mahdian bisa dilakukan oleh dokter neurologi, anastesi, rehabilitasi medik, bedah saraf, dan orthopedi. Keuntungan IPM di antaranya waktu rawat singkat, 1 hari atau kurang, anestesi yang digunakan lokal, prosedurnya minimal invasif dan biayanya relatif lebih murah ketimbang operasi.
"Tapi bukan berarti IPM bisa menggantikan 100 persen prosedur operasi. Ini dilakukan untuk mengintervensi nyeri yang dirasakan sehingga kualitas hidup pasien bisa lebih baik," tutup dr Mahdian.
Baca juga: Ibu Lima Anak Bisa Patah Tulang di Sekujur Tubuhnya Karena Menguap (rdn/vit)











































