Peneliti Inggris Bilang Alzheimer Bisa Menular, Benarkah?

Peneliti Inggris Bilang Alzheimer Bisa Menular, Benarkah?

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Minggu, 13 Sep 2015 10:02 WIB
Peneliti Inggris Bilang Alzheimer Bisa Menular, Benarkah?
Foto: Thinkstock
London - Alzheimer masih menjadi misteri yang belum terpecahkan. Sebab hingga kini belum ada peneliti yang berhasil menguak penyebab pasti dari penyakit ini. Dugaan mereka tak jauh-jauh dari mutasi genetik, penuaan atau mungkin karena apes saja.

Akan tetapi seorang peneliti dari Inggris bernama Prof John Collinge berpendapat lain. Menurutnya, penyakit Alzheimer dapat ditularkan lewat prosedur medis tertentu.

Baca juga: Mudah Lupa? Jangan Asal Minum Vitamin, Perbaiki dengan Rajin Olahraga

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peneliti dari University College London ini sebenarnya tak sengaja menemukan keterkaitan ini. Saat itu ia sedang menganalisis otak 8 pasien yang meninggal dunia akibat Creutzfeldt-Jakob Disease (CJD) atau biasa disebut 'penyakit sapi gila versi manusia'.

Dari riwayat medisnya, pasien-pasien ini diketahui terserang CJD setelah disuntik hormon yang biasa diberikan pada anak-anak dengan gangguan pertumbuhan.  

Namun yang membuat Prof Collinge terkejut adalah ia menemukan amyloid beta protein pada 7 dari 8 otak pasien. Bahkan 4 pasien di antaranya memperlihatkan level protein yang tinggi. Seperti kita tahu, amyloid beta protein selama ini menjadi penanda biologis utama untuk Alzheimer.

Anehnya, pasien rata-rata meninggal pada kisaran usia 36-51 tahun. Padahal kerusakan otak semacam itu tidak lazim terlihat pada kelompok usia tersebut. Hal ini diperkuat dengan fakta bahwa CJD yang diidap seluruh pasien juga tidak memicu penumpukan protein yang dimaksud.

"Dengan kata lain ada kemungkinan bahwa protein tersebut terkandung di dalam suntikan yang diberikan, seperti halnya CJD itu sendiri," papar Prof Collinge seperti dikutip dari jurnal Nature, Minggu (13/9/2015).

Sayangnya tak ada satupun pasien yang sempat dipastikan mengidap Alzheimer sebelum meninggal. Meski begitu Prof Collinge yakin jika saja usia mereka lebih panjang, hal itu bisa saja terjadi.

"Yang pasti kesamaan protein yang ditemukan pada otak pasien Alzheimer dengan yang kita temukan memicu CJD perlu diteliti kembali, agar kita bisa tahu apakah mereka bisa ditularkan dengan cara yang sama atau tidak," lanjutnya.

Baca juga: Wanita Berisiko Alami Penurunan Mental 2 Kali Lebih Cepat dari Pria

Di akhir laporannya, Prof Colline berkesimpulan bahwa instrumen medis yang telah terkontaminasi bisa jadi dapat menularkan amyloid beta protein dari satu pasien ke pasien lainnya. Entah itu lewat transfusi darah, tindakan bedah atau juga perawatan gigi.

Namun selama belum terbukti bahwa kontaminasi ini dapat berujung pada Alzheimer, Prof Collinge mendesak agar siapapun yang membaca hasil penelitiannya untuk tidak keburu panik. Ia meyakini ketujuh pasien yang ditelitinya berada dalam 'situasi yang sangat istimewa'. "Anda tak mungkin bisa tertular Alzheimer hanya karena tinggal serumah dengan pasien," tegasnya.

Menanggapi studi ini, banyak pakar yang meragukan hasil penelitian Prof Collinge. Selain karena sampelnya hanya 8 orang, penelitian ini tidak membuktikan bahwa Alzheimer bersifat menular via prosedur medis apapun.

(lll/vit)

Berita Terkait