detikhealth

Di Tiongkok, Obat Tradisional Lebih Digemari daripada Vitamin dan Suplemen

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Kamis, 24/09/2015 09:33 WIB
Di Tiongkok, Obat Tradisional Lebih Digemari daripada Vitamin dan SuplemenFoto: thinkstock
Jakarta, Meningkatnya konsumsi vitamin dan suplemen ternyata tidak berlaku di Tiongkok. Di sana, vitamin dan suplemen masih kalah populer dari obat tradisional.

Li Dongmei, seorang nenek berusia 82 tahun dari Shanghai mengatakan dirinya tidak memercayai khasiat vitamin. Meski harga obat racikan tradisional lebih mahal, menurutnya itu pengorbanan yang pantas karena khasiatnya lebih dipercaya.

"Saya tidak yakin seefektif apa vitamin itu. Tapi saya mengonsumsi obat tradisional setiap hari dan tubuh saya tetap sehat dan segar. Karena itu saya tidak memercayai vitamin," tutur Li, dikutip dari Reuters, Kamis (24/9/2015).

Baca juga: Begini Cara Konsumsi Antibiotik yang Benar

Apa yang dikatakan Li merupakan cerminan dari industri obat di Tiongkok saat ini. Industri vitamin dan suplemen sedang mengalami stagnasi, di mana pertumbuhan pasarnya lebih kecil daripada 5 tahun yang lalu.

Di sisi lain, ekspansi obat tradisional malah semakin besar. Bahkan pertumbuhannya meningkat pesat dua kali lebih cepat daripada vitamin dan suplemen.

"Lebih dari setengah populasi Tiongkok masih memegang nilai-nilai tradisional, termasuk pergi ke tukang obat dan balai pengobatan  tradisional. Hal ini sudah berlangsung dari generasi ke generasi," tutur Jia Chen, wakil presiden bidang riset dan pengembangan Amway China.

Jia mengatakan ada dua strategi yang secara garis besar dilakukan oleh industri vitamin adn suplemen untuk bersaing dengan obat tradisional. Yang pertama adalah menggabungkan unsur tradisional dengan unsur ilmiah dari vitamin dan suplemen. Dengan kata lain, industri membuat vitamin dan suplemen yang berasal dari bahan obat tradisional.

Tanduk rusa, ginseng, kulit ular, kodok kering, kelabang hingga kalajengking dan bunga dandelion merupakan ragam bahan obat tradisional yang dipercaya dapat mengobati bengkak hingga nyeri menstruasi. Industri pun sedang melakukan penelitian untuk melihat bagian mana dari bahan-bahan tersebut yang bermanfaat bagi kesehatan, untuk dikemas dan dijadikan vitamin dan suplemen.

Strategi yang kedua adalah target marketing. Jika orang tua di Tiongkok lebih senang dengan obat tradisional, maka penjualan vitamin dan suplemen modern lebih difokuskan kepada kaum urban dan orang yang lebih muda.

"Generasi yang lebih tua memang menyukai obat tradisional. Kami yang lebih muda memang menyukainya juga, namun kami lebih percaya kepada vitamin karena efeknya lebih cepat dan bekerja lebih baik," tutur Wen Zuolin, seorang pelajar dari Shanghai.

Baca juga: Agar Terhindar dari Obat Palsu, Jangan Lupakan Tips Ini


(mrs/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close