Meskipun begitu, manfaat ataupun mudharat dari kebiasaan ini juga tak pernah diungkap ke publik. Hingga akhirnya sebuah penelitian terbaru dari Inggris menemukan fungsi dari kebiasaan menggoyang atau menggerak-gerakkan kaki dan tangan bagi kesehatan.
Untuk keperluan studi ini, peneliti menggunakan data dari UK Women's Cohort Study yang melibatkan lebih dari 35.000 wanita berumur 35-69 tahun. Kemudian mereka melakukan follow-up dan menanyai masing-masing partisipan, terutama tentang perilaku sehat, penyakit kronis yang diidap, kadar aktivitas fisik dan apakah mereka mempunyai kebiasaan menggerak-gerakkan kaki ataukah tidak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal sebelum adanya studi ini, satu-satunya cara yang diketahui dapat menurunkan efek negatif dari terlalu lama duduk hanyalah memperbanyak berdiri.
Baca juga: Gemar Menggerak-gerakkan Kaki Saat Duduk Pertanda Hiperaktif?
Secara rinci peneliti menemukan risiko kematian dini lebih banyak terlihat pada wanita yang duduk terlalu lama dan hanya sesekali menggerak-gerakkan kaki atau tangannya.
Namun mereka yang sering atau selalu menggerak-gerakkan kaki dan tangan saat duduk di meja kerja mempunyai risiko kematian dini yang lebih rendah daripada mereka yang jarang melakukannya. Demikian seperti dikutip dari American Journal of Preventive Medicine, Senin (28/9/2015).
"Memang ini masih harus diteliti lebih mendalam, tapi temuan ini memunculkan pertanyaan tentang kebiasaan menggerak-gerakkan kaki atau tangan. Selama ini kebiasaan tersebut dianggap kasar atau hanya mengganggu konsentrasi, tapi siapa sangka ini ada manfaatnya bagi kesehatan," tandas Professor Janet Cade dan Leeds School of Food Science and Nutrition.
Di sisi lain, rekan setim Prof Cade, Dr Gareth Hagger-Johnson dari UCL menambahkan temuan ini membuktikan bahwa siapapun tidak dianjurkan untuk duduk terlalu lama. "Bahkan saking bahayanya, hanya dengan menggerak-gerakkan kaki saja menurut kami cukup untuk membuat perbedaan," imbuhnya.
Baca juga: Menggerakkan Kaki Saat Duduk Seperti Penjahit, Tanda Sindrom Kaki Gelisah?
Kendati begitu, dr Michael Triangto, SpKO, direktur Klinik Slim and Health di RS Mitra Kemayoran menerangkan, kebiasaan menggoyang-goyangkan atau menggerak-gerakkan kaki maupun tangan tidak dapat membakar banyak kalori.
"Kalau hanya menggerakkan kaki saja, tapi anggota tubuh lainnya tidak digerakkan, itu tidak bisa dibilang sebagai olahraga. Dan lagi, itu kan nggak ada bebannya," jelasnya kepada detikHealth beberapa waktu lalu.
Kalaupun terbakar, kalori yang hilang hanya sedikit. Ia kemudian mengingatkan bahwa tiap aktivitas fisik sebenarnya pasti membakar kalori, namun baru dapat diperhitungkan bilamana telah memenuhi kriteria tertentu, yaitu dilakukan secara terukur, teratur dan terprogram. (lll/vit)











































