"Rekonstruksi payudara setelah terkena kanker payudara itu tidak sama dengan operasi payudara," ujar Dana seperti dikutip dari NY Daily News dan ditulis pada Rabu (7/10/2015).
Menurutnya, kendati rekonstruksi membuat payudara berisi lagi usai mastektomi, namun payudara tidak lagi memiliki jaringan alami. Karena itu saat memakai bra, ada rasa canggung yang mencuat. Apalagi kebanyakan bra yang dijual di pasaran terkadang menekan implan sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bra yang dijual memiliki kantong internal untuk menempatkan implan prostesis. Namun Dana masih kecewa karena warnanya kurang menarik dan jahitannya kurang nyaman.
Baca juga: Ibu dan Nenek Meninggal karena Kanker, Gadis Ini Jalani Mastektomi Ganda
Rasa sedih karena tidak menemukan bra yang sesuai justru melecut Dana untuk mendesain bra khusus ala dia. Kebetulan Dana pernah bekerja sebagai perancang busana untuk KaufmanFranco di New York. Bra buatan Dana diberi label AnaOno Intimates, yang merupakan pelesetan dari namanya.
Dana mendesain bra yang benar-benar disesuaikan dengan kondisi perempuan yang telah menjalani mastektomi. Trial and error dengan mendasarkan pada pengalaman dilakoninya demi menghasilkan bra yang nyaman. Bra tersebut dibuat tanpa jahitan samping sehingga tak perlu khawatir mengiritasi bekas luka operasi.
(Foto: AnaOno Intimates) |
Kain yang digunakannya adalah nylon ataupun spandex renda yang benar-benar sesuai dengan bentuk payudara hasil rekonstruksi. Ini penting mengingat bentuk bra umumnya tidak cocok untuk perempuan yang tidak memiliki puting.
Baca juga: Kanker Payudara Tak Ketahuan, Maria Hanya Dapat Ramuan dan Antibiotik
Dana mengatakan orang yang belum pernah mengalami mastektomi atau yang orang-orang terdekatnya belum pernah menjalaninya mungkin belum sepenuhnya paham apa yang terjadi pada tubuh. "Merupakan perjuangan tersendiri untuk mengedukasi dan menjelaskan mengapa tubuh kita demikian berbeda dan karena inilah brand saya juga sangat berbeda," ujarnya.
Soal bra untuk perempuan yang telah menjalani mastektomi, menurut Dana selama ini masih dianggap sepele. "Siapa yang peduli kalau Anda tidak bisa pakai bra? Tapi saya peduli," imbuhnya.
Dikatakan Dana, masih banyak perempuan yang peduli penampilan usai mastektomi dan rekonstruksi payudara. Ya, pasca mastektomi para perempuan pun masih ingin tampak seksi dalam lingerie-nya.
Bra berenda yang seksi, bra dengan cup penuh dan pengait di depan, serta sport bra dengan bahan bamboo fiber yang bisa stretch saat digunakan bisa menjadi piluhan. Warnanya juga menarik: pink, hitam, ivory dan natural. Harganya berkisar Rp 458 ribu hingga Rp 830 ribu. Bahkan Dana juga tengah mendesain pakaian renang khusus untuk perempuan pasca mastektomi.
(vit/up)












































(Foto: AnaOno Intimates)