Metode Sunat Ini Paling Disarankan untuk Pria Dewasa

Metode Sunat Ini Paling Disarankan untuk Pria Dewasa

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Kamis, 08 Okt 2015 16:00 WIB
Metode Sunat Ini Paling Disarankan untuk Pria Dewasa
Foto: thinkstock
Jakarta - Konvensional, laser atau electric couter, dan klamp bisa menjadi prosedur pilihan ketika seseorang ingin dikhitan. Pada pria dewasa, prosedur apakah yang paling dianjurkan?

"Paling dianjurkan dengan laser, sebab perlekatan kulit setelah dikhitan akan lebih rapat jika dijahit, tidak seperti pada klamp," kata dr Muhammad Zaiem di Graha Rumah Sunatan, Jatiasih, Bekasi, Kamis (8/10/2015).

Berbeda dengan metode klamp di mana prosedur dilakukan tanpa jahitan dan menggunakan semacam alat penjepit. Lagipula, jika menggunakan klamp diameter penis maksimal yang dikhitan yakni 3,4 cm. Jika diameternya lebih dari itu, maka harus menggunakan laser.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Persiapan yang Mesti Dilakukan Jika Pria Dewasa Hendak Disunat

Namun, keputusan penggunaan metode khitan kembali lagi pada pasien. dr Zaiem menjelaskan, pada laser, digunakan semacam lempeng besi tipis yang dipanaskan dengan listrik. Prinsipnya, sama seperti solder. Ketika ujung lempeng menyala proses pemotongan pun dilakukan.

Metode laser berkembang setelah metode konvensional karena dianggap minimal pendarahan sehingga risiko perdarahan bisa diminimalisir. Hanya saja, risiko luka terbuka tetap ada karena setelah prosedur dilakukan, perlu dijahit lagi.  Jika menggunakan prosedur laser, pasien baru dibolehkan mandi tiga hari pasca tindakan.

"Dulu kan awalnya sunat dengan cara konvensional. Didahului anestesi, terus dipotong sedikit dari atas dulu bagian kanan, melingkar ke kanan, lalu melingkar ke kiri baru dijahit. Dengan pemotongan tersebut banyak risiko yang bisa dihadapi saat khitan seperti perdarahan dan infeksi yang cukup tinggi karena adanya luka terbuka," terang dr Zaiem.

Risiko perdarahan saat khitan, dikatakan dr Zaiem tergantung ukuran penis. Sebab, makin besar ukuran penis, makin besar juga pembuluh darah sehingga risiko perdarahan makin besar. Hadir dalam kesempatan sama Achmad Syarif, direktur sistem dan keuangan Graha Sunatan mengatakan bahwa khitan pada pria dewasa penting karena alasan kesehatan.

"Jadi nggak semata-mata karena alasan agama saja karena khitan dewasa bermanfaat untuk mengurangi risiko terkena beberapa penyakit. Lagipula khitan pria dewasa kan nggak harus nunggu musim dulu ya seperti anak-anak, cuti 3 hari setelah itu bisa kerja lagi," kata Syarif.

Baca juga: Prosedur Sunat pada Anak dan Dewasa, Apa Saja Perbedaannya? (rdn/up)

Berita Terkait