Sallie Foley, MSW, Direktur Center for Sexual Health di University of Michigan sekaligus penulis buku Modern Love and Sex and Love for Grownups mengatakan ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi sexless marriages.
Dikutip dari WebMD, Kamis (8/10/2015), berikut beberapa solusi untuk mengatasi sexless marriages, mulai dari liburan hingga mengunakan vibrator.
1. Buat jadwal bercinta
|
Foto: thinkstock
|
Secara garis besar, hubungan seks membuat pasangan menjadi intim, lebih dekat dan lebih terbuka. Karena itu Foley mengatakan hubunga seks sangat penting bagi pasutri.
"Ketika berusia di atas 40, gairah Anda memang akan menurun. Namun jika Anda sadar betapa pentingnya peranan seks dalam kehidupan, Anda akan menyediakan waktu khusus bersama pasangan untuk melakukannya," tuturnya.
2. Cari hobi bersama
|
Foto: thinkstock
|
Dengan catatan, aktivitas atau hobi tersebut harus bisa dilakukan berdua. Tidak ada artinya jika suami menemukan hobi memancing di laut sementara istri sedang seru-serunya menjahit di rumah.
"Pasangan menikah harus mencari hobi baru yang dapat dikerjakan bersama-sama. Anda tak ingin pasangan menemukan hobi baru sendirian dan akhirnya melupakan Anda bukan?" tandas Foley.
3. Liburan
|
Foto: thinkstock
|
Kembalikan keintiman Anda dengan pasangan seperti saat pertama kali menikah. Ritual-ritual memijat pasangan, mandi bersama hingga kecupan yang kini telah hilang mungkin bisa dilakukan lagi agar gairah perlahan-lahan bangkit.
"Kunci bercinta di usia 40 tahun ke atas adalah sabar. Pria lebih menikmati pemanasan, mereka akan lebih berlama-lama melakukannya. Wanita harus sabar dan jangan langsung kecewa jika foreplay tidak membuat Anda bergairah," ungkap Foley.
4. Vibrator dan pil
|
Foto: thinkstock
|
Di sisi lain, Anda dapat memaksimalkan penggunaan vibrator untuk meningkatkan gairah. Pria yang mengalami kesulitan ereksi juga jangan malu untuk menggunakan viagra sebelum bercinta dengan pasangan.
"Komunikasikan apa masalah Anda sebenarnya, dan ajak pasangan untuk berobat ke dokter dengan lembut," tandasnya lagi.
5. Terapi
|
Foto: thinkstock
|
Jika perlu, ikutlah sesi terapi bersama pasangan lain. Dengan mengikuti terapi bersama pasangan lain, Anda akan lebih mudah menentukan apa yang Anda rasakan.
"Melakukan terapi grup dapat menyebarkan empati. Ketika Anda sudah merasa empati, Anda akan tahu sebenarnya siapa yang salah dan apa permasalahan yang Anda alami cukup serius," pungkasnya.
Halaman 2 dari 6











































