Pauline Cafferkey merupakan perawat yang menjadi pasien Ebola saat penyakit tersebut menghantam Inggris beberapa waktu lalu. Dengan perawatan intensif, Pauline dinyatakan sudah sehat dan sembuh dari Ebola.
Namun Pauline kembali dilarikan ke rumah sakit pada 9 Oktober lalu. Dugaan pertama, virus Ebola yang masih tertinggal di tubuh Pauline kembali menyerang dan ia terjangkit Ebola untuk kedua kalinya. Dugaan ini terbukti salah, Pauline malah dinyatakan terinfeksi meningitis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang penyakitnya disebabkan oleh virus yang sama, namun jenis penyakitnya berbeda. Virus Ebola yang ada di dalam tubuh Pauline masuk ke otak dan menyebabkan meningitis, bukan Ebolanya kembali kambuh," tutur dr Michael Jacobs, pakar penyakit infeksi dari London Royal Free Hospital, dikutip dari Reuters, Kamis (22/210/2015).
Survivor Ebola memang diketahui mengalami beberapa penyakit lanjutan. Yang paling umum, virus itu menyerang mata dan menyebabkan gangguan penglihatan. Kasus virus Ebola yang menyebabkan meningitis ini baru pertama kalinya terjadi dan dokter terus melakukan pengawasan.
"Ini merupakan situasi yang tidak diduga. Kami tidak pernah menyangka virus Ebola ternyata bisa menyerang survivor dalam bentuk meningitis," ungkap Nathalie MacDermott, pakar Ebola dari Imperial College London.
Saat ini Pauline masih mendapat perawatan intensif. Meski masih ada risiko kondisinya membutuk dan membuatnya kehilangan nyawa, dr Jacobs mengatakan kondisi Pauline relatif stabil.
Munculnya meningitis sebagai penyakit lanjutan dari Ebola membuat MacDermott kembali menyerukan agar para survivor tidak gegabah dan tetap melanjutkan pengobatan. Seperti diketahui, virus Ebola mampu tinggal di tubuh selama 9 bulan dan bisa menginfeksi orang lain lewat hubungan seksual.
Baca juga: Seks dan Masturbasi Hambat Upaya Pengentasan Ebola (mrs/vit)











































