Penelitian terabaru yang dirilis WHO menyebut lebih dari 3,7 miliar manusia di bawah usia 50 tahun terinfeksi HSV-1. Selain itu, 417 juta manusia di usia 15-49 tahun terinfeksi varian lain dari virus ini, yakni HSV-2.
HSV-1 normalnya menyebabkan luka di mulut, dan jarang menyebabkan infeksi genital. Namun tidak tertutup kemungkinan, infeksi virus ini juga berkembang menjadi infeksi genital.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita benar-benar butuh mempercepat pengembangan vaksin penangkal HSV, dan jika vaksin yang didesain untuk mencegah HSV-2 juga bisa bisa mencegah HSV-1, maka akan semakin bermanfaat," lata Sami Goettlieb dari WHO, dikutip dari Reuters, Jumat (30/10/2015).
Baca juga: Survei di Inggris, 1 dari 10 Orang Mengira Chlamydia Adalah Nama Bunga
WHO menyebut National Institutes of Health dan sejumlah perusahaan termasuk GlaxoSmithKline (GSK) tengah menjalankan uji coba untuk menentukan untuk memilih vaksin yang mencegah atau menyembuhkan. Sebelumnya GSK menghentikan uji coba vaksin karena tidak efektif pada HSV-2, meski menunjukkan manjur pada HSV-1. (up/up)










































