Jakarta -
Bagi perempuan yang sedang ingin punya anak, terlambat datang bulan bisa menjadi sebuah isyarat positif. Namun hamil bukan satu-satunya penyebab terlambat datang bulan.
Ada berbagai macam faktor yang membuat haid datang terlambat. Dirangkum dari Health.com, Rabu (25/11/2015), berikut ini sebagian di antaranya.
1. Fluktuasi berat badan
Foto: Thinkstock
|
Berat badan yang melonjak atau bahkan turun terlalu drastis akan berpengaruh pada keseimbangan hormonal. Fluktuasi hormon esterogen membuat siklus pelepasan sel telur terganggu dan bisa memicu terlambat datang bulan.
2. Stres
Foto: Getty Images
|
Terlalu serius memikirkan pekerjaan, beban hidup, dan juga kehidupan sosial bisa berpengaruh pada siklus datang bulan. Stres membuat pelepasan hormon-hormon reproduksi terganggu. Kabar baiknya, efek tersebut akan segera hilang begitu stres sudah teratasi.
3. Efek samping obat
Foto: thinkstock
|
Perempuan yang mengonsumsi obat-obat antidepresan sering mengalami terlambat datang bulan. Selain karena stres yang dialaminya sehingga harus mengongsumsi penenang, efek samping obatnya itu sendiri juga bisa berpengaruh pada hormon.
4. Gangguan tiroid
Foto: Thinkstock
|
Saat seorang perempuan mengeluh susah punya keturunan, salah satu yang akan diperiksa oleh dokter adalah kelenjar tiroid. Kelenjar yang mengatur metabolisme tubuh ini juga berpengaruh pada siklus hormonal. Aktivitas kelenjar tiroid yang tinggi maupun terlalu rendah bisa memicu terlambat datang bulan.
5. Perimenopause
Foto: thinkstock
|
Sebelum memasuki masa menopause, perempuan di usia 40-an tahun dilaporkan sering mengalami gangguan siklus menstruasi. Datang bulan tidak teratur ini menandai periode yang disebut perimenopause, yakni peralihan menuju masa menopause.
Berat badan yang melonjak atau bahkan turun terlalu drastis akan berpengaruh pada keseimbangan hormonal. Fluktuasi hormon esterogen membuat siklus pelepasan sel telur terganggu dan bisa memicu terlambat datang bulan.
Terlalu serius memikirkan pekerjaan, beban hidup, dan juga kehidupan sosial bisa berpengaruh pada siklus datang bulan. Stres membuat pelepasan hormon-hormon reproduksi terganggu. Kabar baiknya, efek tersebut akan segera hilang begitu stres sudah teratasi.
Perempuan yang mengonsumsi obat-obat antidepresan sering mengalami terlambat datang bulan. Selain karena stres yang dialaminya sehingga harus mengongsumsi penenang, efek samping obatnya itu sendiri juga bisa berpengaruh pada hormon.
Saat seorang perempuan mengeluh susah punya keturunan, salah satu yang akan diperiksa oleh dokter adalah kelenjar tiroid. Kelenjar yang mengatur metabolisme tubuh ini juga berpengaruh pada siklus hormonal. Aktivitas kelenjar tiroid yang tinggi maupun terlalu rendah bisa memicu terlambat datang bulan.
Sebelum memasuki masa menopause, perempuan di usia 40-an tahun dilaporkan sering mengalami gangguan siklus menstruasi. Datang bulan tidak teratur ini menandai periode yang disebut perimenopause, yakni peralihan menuju masa menopause.
(up/vit)