4 Tempat Paling Banyak Dihinggapi Kuman di Supermarket

4 Tempat Paling Banyak Dihinggapi Kuman di Supermarket

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Rabu, 09 Des 2015 08:07 WIB
4 Tempat Paling Banyak Dihinggapi Kuman di Supermarket
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Libur Pilkada (pemilihan kepala daerah) bisa dimanfaatkan untuk berbelanja di supermarket. Sekedar mengingatkan, tempat ini termasuk salah satu pusat berkumpulnya kuman-kuman penyebab penyakit.

Sudah menjadi rumus baku, tempat-tempat yang banyak dikunjungi orang akan lebih rentan menjadi tempat pertukaran mikroba. Benda-benda yang paling banyak disentuh orang seperti tombol lift misalnya, paling banyak dihinggapi kuman.

Di supermarket, ada banyak benda yang disentuh oleh banyak orang. Tanpa membiasakan diri untuk cuci tangan, seseorang akan berisiko tertular berbagai penyakit. Salah satunya yang banyak menyerang di musim pancaroba adalah flu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dirangkum pada Rabu (9/12/2015), berikut ini adalah benda-benda di supermarket yang paling banyak disentuh orang, dan karenanya juga banyak dihinggapi kuman. Jangan khawatir, sebagian besar kuman akan hilang dengan cuci tangan atau minimal pakai hand sanitizer.

1. Kasir

Foto: Rachman Haryanto
Tempat dilakukannya pembayaran menjadi tempat yang paling banyak melibatkan kontak dengan benda-benda yang tidak steril. Uang, tas belanja yang sebelumnya mungkin saja ditaruh sembarangan, juga tangan-tangan petugas maupun para pengunjung.

Penelitian di Michigan State University mengungkap bahwa bakteri ditemukan pada 100 persen conveyor belt yang diperiksa. Sedangkan menurut International Association of Food Protection, benda yang jarang dibersihkan ini ditumbuhi jamur, bakteri staphilococcus, dan juga bakteri coliform penyebab infeksi saluran cerna.

2. Mesin gesek kartu debet/kredit

Foto: Rachman Haryanto
Masih di loket pembayaran, mesin gesek kartu kredit maupun debet yang disebut EDC (Electronic Data Capture) termasuk paling sering disentuh oleh banyak orang. Beberapa bank sudah mewajibkan penggunaan PIN (Personal Identification Number) saat bertransaksi, sehingga risiko tertular kuman akibat kontak dengan mesin ini akan meningkat. Selagi bisa, tidak ada salahnya memilih tanda tangan di struk transaksi.

3. Counter buah

Foto: Rengga Sancaya
Alasan utama harus mengupas dan mencuci buah sebelum dimakan bukan hanya mengantisipasi adanya lapisan lilin dan residu pestisida. Lebih dari itu, selama terpajang di supermarket buah-buah tersebut sudah disentuh oleh banyak orang. Siapa yang menjamin semua pengunjung akan cuci tangan ketika memegang buah, termasuk yang baru saja pergi ke toilet?

4. Counter daging

Foto: Rachman Haryanto
Tanpa ada yang memegang pun, daging-daging mentah banyak disukai kuman-kuman patogen. Bakter-bakteri seperti coliform dan listeria, selama ini menyebar salah satunya melalui daging mentah. Ditambah dengan kemasan yang belum tentu 100 persen steril, tentu sangat dianjurkan untuk dicuci dan dimasak hingga benar-benar matang sebelum dikonsumsi.
Halaman 2 dari 5
Tempat dilakukannya pembayaran menjadi tempat yang paling banyak melibatkan kontak dengan benda-benda yang tidak steril. Uang, tas belanja yang sebelumnya mungkin saja ditaruh sembarangan, juga tangan-tangan petugas maupun para pengunjung.

Penelitian di Michigan State University mengungkap bahwa bakteri ditemukan pada 100 persen conveyor belt yang diperiksa. Sedangkan menurut International Association of Food Protection, benda yang jarang dibersihkan ini ditumbuhi jamur, bakteri staphilococcus, dan juga bakteri coliform penyebab infeksi saluran cerna.

Masih di loket pembayaran, mesin gesek kartu kredit maupun debet yang disebut EDC (Electronic Data Capture) termasuk paling sering disentuh oleh banyak orang. Beberapa bank sudah mewajibkan penggunaan PIN (Personal Identification Number) saat bertransaksi, sehingga risiko tertular kuman akibat kontak dengan mesin ini akan meningkat. Selagi bisa, tidak ada salahnya memilih tanda tangan di struk transaksi.

Alasan utama harus mengupas dan mencuci buah sebelum dimakan bukan hanya mengantisipasi adanya lapisan lilin dan residu pestisida. Lebih dari itu, selama terpajang di supermarket buah-buah tersebut sudah disentuh oleh banyak orang. Siapa yang menjamin semua pengunjung akan cuci tangan ketika memegang buah, termasuk yang baru saja pergi ke toilet?

Tanpa ada yang memegang pun, daging-daging mentah banyak disukai kuman-kuman patogen. Bakter-bakteri seperti coliform dan listeria, selama ini menyebar salah satunya melalui daging mentah. Ditambah dengan kemasan yang belum tentu 100 persen steril, tentu sangat dianjurkan untuk dicuci dan dimasak hingga benar-benar matang sebelum dikonsumsi.

(up/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads