Pada skrining kanker ovarium terbesar di dunia, para ilmuwan di Inggris melaporkan bahwa tes darah yang dilakukan secara rutin per tahun dapat memotong kematian sebesar 20 persen.
Kanker ovarium dikenal sebagai penyakit yang paling umum diderita oleh wanita Inggris. Lebih dari 7 ribu wanita didiagnosis mengalami kanker rahim setiap tahunnya. Diagnosa awal adalah satu langkah untuk dapat selamat dari kanker rahim, tapi kebanyakan kanker baru diketahui setelah sudah menyebar dan menyebabkan pengobatan semakin susah untuk dilakukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Status 'Belum Menikah' Tak Boleh Halangi Deteksi Dini Kanker Serviks
Studi yang dilakukan oleh para ahli di University College London selama 14 tahun menunjukkan bahwa tes darah tahunan untuk meningkatkan protein tertentu dapat mencegah sekitar 15 kematian dari 10 ribu wanita.
"Penemuan ini merupakan sebuah 'titik terang' bagi ahli medis untuk meningkatkan diagnosis awal sehingga lebih banyak lagi wanita dapat selamat dari penyakit ini," kata dr Simon Newman, direktur penelitian dari Target Ovarian Cancer.
Menanggapi hal ini, dr Clare McKenzie, wakil presiden dari Royal College of Obstetricians and Gynaeclogists menambahkan bahwa deteksi dini kanker ovarium dan pengobatan awal memiliki potensi untuk menyelamatkan nyawa pasien lebih baik.
"Namun, penelitian lanjut dan lebih mendalam diperlukan untuk menentukan seberapa efektif tes darah ini. Sedangkan bagi wanita yang khawatir tentang kanker ovarium dapat berkonsultasi dengan dokter untuk dijelaskan mengenai risiko kanker dan tes darah yang tersedia," jelas dr McKenzie.
Baca juga: Cegah Kanker Serviks dengan 2 Cara Ini (vit/vit)











































