Heidi Tunda Terapi Kanker Saat Hamil, Bayinya Malah Meninggal di Usia 8 Hari

Heidi Tunda Terapi Kanker Saat Hamil, Bayinya Malah Meninggal di Usia 8 Hari

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Senin, 21 Des 2015 13:32 WIB
Heidi Tunda Terapi Kanker Saat Hamil, Bayinya Malah Meninggal di Usia 8 Hari
Foto: BBC Point West
Bristol - Saat hamil tiga bulan, Heidi Loughlin (32) didiagnosis kanker payudara langka dan agresif. Dokter menyarankan untuk segera mengenyahkan kanker tersebut, maka Heidi harus menjalani terapi yang kemungkinan besar akan membahayakan janinnya.

Namun, Heidi menolaknya. Ia justru menunda menjalani kemoterapi dengan dosis obat yang disebut dokter amat kuat. Sebagai gantinya, Heidi akan menjalani terapi dengan dosis obat ala kadarnya yang tidak berpotensi membahayakan si janin.

"Tapi saya diberi tahu bahwa obat itu tidak bekerja dengan maksimal hingga saya harus memulai pengobatan dengan dosis yang lebih tinggi lagi. Akhirnya, tanggal 11 Desember saya harus melahirkan anak saya, Ally Louise Smith," kata Heidi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Tunda Terapi Kanker Demi Bayinya, Cara Meninggal 3 Hari Usai Melahirkan

Lewat operasi caesar, Heidi berhasil melahirkan Ally yang memiliki berat hampir satu kg. Tapi sayang, delapan hari setelah lahir, Ally meninggal dunia. Dalam blognya, Heidi menuliskan jika sejak di kandungan, Ally sejatinya sudah melakukan segala hal dengan baik dan mampu menguatkan dirinya.

"Putri cantik kami Ally Louise, aku membisikkan namamu dan angin pun membawanya. Rasa sakit di tubuh, hati, dan jiwaku, merasakan itu semua bisa membinasakanku. Saudara-saudaramu akan menghormatimu. Kami selamanya akan memiliki tiga anak, bukan hanya dua. Aku berusaha untuk menyembuhkan tubuhku demi kamu. Kamu akan selalu ada di sisiku, gadis kecil kami yang cantik," tulis Heidi di blognya demi mengenang sang buah hati, seperti dikutip pada Senin (21/12/2015).

Kanker payudara yang dialami Heidi pertama kali diketahui ketika ia menyusui anaknya yang berusia satu tahun, Tait. Saat itu, ia melihat ruam di payudaranya dan dokter mengatakan jika ia mengalami mastitis, kondisi umum pada ibu menyusui di mana jaringan payudara meradang.

Terlebih lagi, setelah itu Heidi diketahui mengandung tapi perasaannya hancur karena ia didiagnosis kanker payudara langka dan agresif ketika saat usia kandungannya tiga bulan. Alih-alih memilih menjalani kemoterapi dengan intensif, Heidi hanya melakukan terapi dengan dosis obat yang rendah.

Berharap bisa mempertahankan bayinya dengan menunda pengobatan kanker, Heidi justru harus segera melahirkan Ally dan kemudian bayi perempuan itu menghembuskan napasnya saat baru berusia delapan hari.

Baca juga: Salah 'Telan' Informasi, Banyak Pasien Kanker Tunda Pengobatan Medis

(rdn/vit)

Berita Terkait