Dr Michael Samuel merupakan salah satu peneliti di Centre for Cancer Biology, Adelaide. Saat meneliti soal lapisan sel extracellular matrix untuk kanker, ia menemukan bahwa sebuah protein tertentu berpengaruh terhadap kecepatan pemulihan luka melalui lapisan sel tersebut.
Baca juga: Jangan Terjebak Hate Speech, Ini Beda Antara Mengkritik dan Menghujat
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini merupakan hasil yang tidak terduga, bahkan berlawan dengan apa yang kami coba temukan dalam penelitian ini," ungkap Dr Samuel.
"Selama ini kami berpikir protein 14-3-3 zeta mempercepat proses penyembuhan luka. Namun ternyata hasil ini menunjukkan hal sebaliknya. Tidak hadirnya protein 14-3-3 atau penghambatan pembentukan protein tersebut ternyata mempercepat penyembuhan luka hingga dua kali lipat," terangnya lagi, seperti dikutip dari ABC Australia, Senin (28/12/2015).
Dikatakan Dr Samuel bahwa penelitian ini sangat penting, terutama bagi pembiayaan manajemen luka yang bisa menghabiskan biaya banyak. Dalam 5 hingga 10 tahun, ia berharap ada penelitian lanjutan yang menemukan obat luka berdasarkan hasil penelitiannya.
Penelitian ini dikatakan Dr Samuel juga bisa dirasakan manfaatnya oleh pasien diabetes. Seperti diketahui, pasien diabetes sangat rentan terhadap luka yang bisa menyebabkan mereka terserang infeksi yang lebih berat.
"Luka pada pasien diabetes sangat sulit disembuhkan dan bisa saja menjadi luka menahun. Karena itu temuan ini dapat menjadi solusi bagi manajemen luka untuk 5 hingga 10 tahun ke depan," pungkasnya.
Baca juga: Andai Tak Harus Bekerja, Pukul 3 Sore Adalah Waktu Terbaik untuk Bercinta (mrs/up)











































