Terapi Surfaktan untuk Bayi Prematur dengan Gangguan Pernapasan

Terapi Surfaktan untuk Bayi Prematur dengan Gangguan Pernapasan

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Kamis, 14 Jan 2016 15:03 WIB
Terapi Surfaktan untuk Bayi Prematur dengan Gangguan Pernapasan
Foto: thinkstock
Jakarta - Bayi kembar lima asal Cirebon, Jawa Barat sempat mendapat terapi surfaktan. Terapi ini biasanya diberikan pada bayi prematur dengan Respiratory Distress Syndrome (RDS).

Dikutip dari aboutkidshealth, surfaktan merupakan zat yang melapisi kantong udara atau alveoli di dalam paru-paru. Surfaktan, yang terdiri dari lemak dan protein, memungkinkan terjadinya pertukaran udara sehingga oksigen dari pernapasan bisa masuk ke dalam peredaran darah.

Fungsi surfaktan adalah menurunkan tergangan muka pada kantong udara di dalam paru-paru. Tanpa surfaktan dalam jumlah yang cukup, kantong udara akan kaku, lengket, sulit mengembang dan bahkan bisa kolaps.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Bayi Kembar Lima dari Cirebon Sudah Lepas Alat Bantu 

Secara alamiah, surfaktan muncul di paru-paru anak sejak pekan ke-24 kehamilan dan terus bertambah hingga pekan ke-37. Bayi prematur seringkali membutuhkan terapi surfaktan karena tidak menghasilkan surfaktan dalam jumlah cukup, sehingga mengalami masalah pernapasan.

Pemberian surfaktan dilakukan dengan menggunakan selang pernapasan yang dimasukkan melalui tenggorokan. Komposisi kimiawi surfaktan adalah lipoprotein kompleks, terdiri dari 6 fosfolipid dan 4 apoprotein.

Neonatus RDS (NRDS) atau disebut juga hyaline membrane disease sering ditemukan pada bayi yang lahir prematur, saat paru-parunya belum berkembang dengan sempurna. NRDS bisa juga terjadi pada bayi non-prematur, namun sangat jarang ditemukan.

Baca juga: Selamat! Wanita dari Cirebon Ini Lahirkan Bayi Kembar Lima  (up/vit)

Berita Terkait