Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa kebiasaan menggunakan sendok, baik sendok makan maupun sendok teh, untuk minum obat dapat meningkatkan risiko overdosis atau bahkan kurang dosis dari yang sebenarnya dibutuhkan.
Kondisi ini tentu berbahaya. Bukannya menyembuhkan, minum obat bisa jadi justru membuat Anda tak sembuh-sembuh atau mungkin mengalami efek samping lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peneliti yang terlibat, Brian Wansink dari Cornell University dan Koert van Ittersum dari University of Groningen mengatakan temuan ini menunjukkan bahwa pemberian obat harus jelas menggunakan takaran dalam milimeter. Bahkan jika perlu, setiap kemasan obat harus menyertai alat penakar yang akurat.
"Ketika menakar obat, seringkali kita menggunakan sendok biasa. Jumlah yang diambil pun berisiko overdosis atau malah kurang. Ini karena ukuran sendok berbeda-beda dan itu tidak bisa dijadikan sebagai alat ukur yang akurat," jelas van Ittersum, seperti dipublikasikan dalam Annals of Internal Medicine.
Obat cair yang dikonsumsi seperti obat batuk atau flu dengan dosis yang tidak tepat bisa memengaruhi kesehatan. Jika dosis yang digunakan berlebih dan dalam jangka waktu yang panjang kemungkinan besar bisa memberikan konsekuensi nyata seperti efek samping dari obat itu sendiri. Risiko akan lebih besar lagi jika ini terjadi pada anak-anak.
Baca juga: Pasien Harus Paham, Tak Semua Penyakit Butuh Antibiotik (ajg/vit)











































