Separuh Kasus Gangguan Penglihatan Disebabkan oleh Katarak

Separuh Kasus Gangguan Penglihatan Disebabkan oleh Katarak

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Sabtu, 06 Feb 2016 14:10 WIB
Separuh Kasus Gangguan Penglihatan Disebabkan oleh Katarak
Ilustrasi (Foto: Hasan Alhabshy)
Jakarta - Katarak masih perlu dapat perhatian di Indonesia. Apalagi dalam konteks global, separuh kasus gangguan penglihatan disebabkan katarak.

"Jumlah pasien katarak di Indonesia masih di atas 0,5 persen yang menjadi standar WHO. Artinya katarak masih merupakan masalah sosial dan menjadi tanggung jawab kita semua," tutur Presiden Direktur JEC Korporat? sekaligus Direktur Utama JEC @ Kedoya, dr Johan A Hutauruk, SpM(K).

Hal itu disampaikan dia dalam acara temu media Bakti Katarak di JEC Kedoya, Jl Terusan Arjuna Utara, Jakarta Barat, Sabtu (6/2/2015). Bakti sosial operasi katarak gratis ini digelar atas kerja sama dengan komunitas Harley Owner Group Jakarta Chapter dan Med Docs

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena itu, operasi katarak tak hanya bermanfaat bagi pasien namun juga keluarga. Apalagi berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dari 285 juta pengidap gangguan penglihatan di seluruh dunia, 51 persennya diakibatkan oleh katarak. di Indonesia, diperkirakan ada satu pasien katarak baru di antara 1.000 orang.

Pada Bakti Katarak tahun ini, JEC memberikan operasi katarak gratis kepada 100 orang. 60 Orang dioperasi di JEC Kedoya, sementara 40 orang sisanya dioperasi di JEC Cibubur.

Pimpinan JEC Kedoya berfoto bersama Harley Owner Group Jakarta Chapter dan Med Docs and Friend Indonesia. (Foto: M Reza Sulaiman)

"Operasi katarak sendiri tak hanya bermanfaat untuk pasien, namun juga keluarga. Beban keluarga yang selama ini harus menuntun dan mengurus pasien akan terangkat," tambahnya lagi.

Baca juga: Jumlah Pasien Katarak Indonesia Tertinggi ke-2 di Dunia

Suherli, Asisten Direktur Harley Owner Group Jakarta Chapter, mengatakan bakti katarak sebagai salah satu bentuk kepedulian komunitas kepada masyarakat. Ia berharap bakti sosial ini bisa menjadi kegiatan rutin yang dilakukan tiap tahun.

"Mata merupakan jendela. Dengan operasi katarak orang yang sebelumnya tidak bisa melihat, bisa menikmati keindahan yang ada di dunia ini," tuturnya.

dr Radja Simanjuntak, SpAN, MM, Ketua MedDocs and Friend Indonesia, komunitas motor besar yang beranggotakan dokter, juga mengaku bangga bisa bekerja sama dalam bakti sosial ini. Ia mengatakan bakti katarak juga merupakan bagian dari dukungan terhadap target pemerintah bebas katarak pada tahun 2019.

"Kami bangga dapat terlibat langsung dan mendukung Indonesia bebas buta katarak," ungkapnya.

(mrs/vit)

Berita Terkait