Dianggap Malu-maluin, Sembelit Jarang Diperiksakan ke Dokter

Dianggap Malu-maluin, Sembelit Jarang Diperiksakan ke Dokter

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Rabu, 02 Mar 2016 08:39 WIB
Dianggap Malu-maluin, Sembelit Jarang Diperiksakan ke Dokter
Foto: Thinkstock
Jakarta - Sebuah penelitian menempatkan sembelit atau konstipasi sebagai penyakit paling malu-maluin setelah infeksi menular seksual (IMS). Akibatnya, banyak yang menunda atau bahkan tidak mau periksa sama sekali.

Penelitian yang digelar di Inggris ini mencatat ada sekitar 66.000 kunjungan ke rumah sakit sepanjang 2014-2015. Dari angka tersebut, 48.409 kasus merupakan kunjungan darurat yang tidak direncanakan dengan sembelit sebagai diagnosis primer atau diagnosis utama.

Sementara itu, survei menunjukkan hampir sparuh responden mengaku tidak akan mencari pertolongan dokter untuk mengatasi konstipasi. Sekitar 1 dari 5 responden mengaku malu untuk berbicara dengan dokter terkait kesehatan saluran cerna.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari kalangan responden yang menganggap sembelit sebagai penyakit yang malu-maluin, sekitar 35 persen memilih untuk menunggu gejalanya membaik dengan sendirinya sebelum memutuskan pergi ke dokter. Sedangkan 45 persen lainnya bersikukuh tidak akan periksa ke dokter sama sekali.

Baca juga: Tak Bisa BAB Tiap Hari? Kata Dokter Tak Usah Khawatir

Faktanya, gangguan pencernaan dianggap sebagai salah satu penyakit paling memalukan untuk dibicarakan dengan dokter. Gangguan ini menempati urutan kedua setelah Infeksi Menular Seksual (IMS).

"Kita perlu memiliki pemahaman yang lebih baik tentang apa yang dibutuhkan untuk pencernaan sehat, butuh rasa nyaman dan percaya diri untuk membicarakan gejala apapun yang kita punya," saran Dr Anton Emmanuel, konsultan neuro-gastroenterologi dari University Colege London Hospital, dikutip dari Dailymail, Rabu (2/3/2016).

Baca juga: Rutinitas BAB Juga Alami Perubahan Seiring Bertambahnya Umur, Benarkah? (up/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads