Spesialis anak dari University of Michigan, dr Julie Lumeng, selaku salah satu peneliti mengatakan anak yang mempunyai saudara untuk bertengkar bisa jadi lebih sehat dibandingkan dengan anak tunggal karena mereka lebih aktif. Hal ini ia katakan setelah membandingkan data dari 679 kelahiran anak dan menemukan anak tunggal lebih mungkin tiga kali lipat alami obesitas pada umur sekitar 3-4 tahun.
Studi yang telah dipublikasi di jurnal Pediatrics ini menunjukkan faktor gaya hidup keluarga mungkin menjadi alasan mengapa risiko obesitas jadi lebih besar pada anak tunggal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sangat mungkin bahwa ketika ada adik dalam keluarga, anak bisa menjadi lebih aktif sebagai contoh sering lari-larian bercanda bersama saudaranya," kata Lumeng seperti dikutip dari Reuters, Minggu (13/3/2016).
"Mungkin juga keluarga jadi lebih sering jalan-jalan ke taman bila ada adik dalam anggota keluarga, atau anak jadi lebih jarang berdiam diri menonton di depan TV karena ada adik yang aktif mengajak bercanda," lanjutnya.
Selain itu menurut studi sebelumnya keluarga lebih dari satu anak bisa jadi juga lebih tak ketat mengontrol jadwal makan. Satu fenomena yang biasa dialami oleh keluarga dengan anak tunggal adalah orang tua 'rajin' memberi makan anak sehingga risiko terjadinya obesitas semakin tinggi.
"Saat ada anak baru masuk dalam keluarga, orang tua bisa lebih longgar dengan perilaku makan anak yang lebih tua sehingga dia bisa mengatur jadwal makannya sendiri sesuai keinginnya. Kemampuan untuk mengatur diri ini dapat menyebabkan penambahan berat yang sehat pada anak dengan saudara dibandingkan dengan anak tunggal," ujar peneliti anak Jerica Berge dari University of Minnesota mengomentari studi.
Baca Juga: Wah! Si Sulung Diklaim Lebih Pintar Dibanding Adik-adiknya
(fds/vit)











































