Studi: Cara Berjalan Bisa Digunakan untuk Menilai dan Memahami Seseorang

Studi: Cara Berjalan Bisa Digunakan untuk Menilai dan Memahami Seseorang

Firdaus Anwar - detikHealth
Kamis, 24 Mar 2016 10:33 WIB
Studi: Cara Berjalan Bisa Digunakan untuk Menilai dan Memahami Seseorang
ilustrasi jalan kaki (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta - Ketika Anda melihat seorang di kejauhan namun tak bisa melihat wajahnya, pernahkah Anda bisa menebak bahwa orang itu adalah seorang sahabat hanya dari memerhatikan cara berjalannya saja? Hal tersebut bukan tidak mungkin karena menurut studi memang tiap orang memiliki cara berjalan yang khas.

Peneliti dari University of Exeter mengatakan mereka bisa mengidentifikasi individual motor signature (IMS) atau gerakkan khas tiap individu dalam studinya. Lebih lanjut dengan membandingkan IMS satu individu dengan individu lain, peneliti juga bisa melihat apakah dua individu tersebut ada kecocokan secara personalitas atau tidak.

"Teori kesamaan, secara spesifik kesamaan gerakan dinamis antar individu bisa memperkuat tingkat koordinasi mereka," kata pemimpin studi Krasimira Tsaneva-Atanasova seperti dikutip dari Medical Daily pada Kamis (24/3/2016).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Tanda-tanda Penyakit Dilihat dari Cara Berjalan
https://health.detik.com/read/2016/02/09/172207/3137860/763/tanda-tanda-penyakit-dilihat-dari-cara-berjalan

Studi yang dilaporkan dalam jurnal Interface ini mengungkap bahwa mimikri dalam kehidupan manusia memang bertindak seperti 'lem sosial'. Cara bicara, bahasa tubuh, termasuk juga cara berjalan, semua informasi tersebut digunakan secara tak sadar oleh seorang manusia untuk menilai dan memahami manusia lainnya.

Pada eksperimen yang dilakukan oleh Krasimira, partisipan diminta untuk melakukan tiga macam hal. Pertama yaitu untuk melakukan beberapa gerakan di atas sensor gerak untuk merekam IMS-nya, lalu kemudian diminta untuk mengikuti gerakan individu lain, dan terakhir partisipan diminta mengikuti gerakan virtual seseorang.

Hasilnya peneliti menemukan bahwa betul bahwa tiap partisipan memiliki IMS berbeda ada yang bergerak lebih cepat, lebih halus, atau lebih ringan. Karakteristik gerak tersebut stabil tak berubah sepanjang waktu dan dapat terlihat bahkan dalam gerakan yang sederhana sekalipun.

Ketika partisipan diminta untuk mengikuti gerakan individu lain yang IMS-nya berbeda, peneliti melihat ada ketidakcocokan yang membuat koordinasi jadi lebih sulit dibandingkan saat partisipan diminta mengikuti gerakan individu yang memiliki IMS mirip dengannya. Hal ini dikatakan peneliti bisa terjadi kemungkinan karena bagaimana kita bergerak juga menunjukkan bagaimana kita bereaksi.

Baca juga: Peneliti Ungkap Jurusan Pendidikan Terkait dengan Kepribadian

(fds/vit)

Berita Terkait