Namun diakui, pemeriksaan tidak berjalan mulus. Pada dua kasus di antaranya, tidak ada catatan produk obat anestesi yang digunakan. Hanya tercatat jenis obatnya adalah injeksi bupivacain, sementara ampul atau kemasannya sudah tidak ditemukan.
Pada kasus ketiga, BPOM menemukan kemasan bupivacain produksi PT Bernofarm namun sudah kosong sehingga tidak bisa diambil sampelnya. Pemeriksaan lalu dilanjutkan ke sarana distribusi maupun produksi untuk melacak sampel obat dari batch yang sama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Dugaan Kasus Bupivacaine di Lampung, Menkes: Masih Diselidiki
Soal kemungkinan tertukar dengan injeksi asam traneksamat seperti yang pernah terjadi di Tangerang beberapa waktu lalu, Bahdar tidak mau berspekulasi. Yang pasti sejak kasus tersebut, kepala ampul asam traneksamat dengan bupivacain sudah dibedakan untuk mengantisipasi kesalahan akibat kemasan obat yang 'look alike'.
Selain tim dari BPOM, tim investigasi di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan juga melakukan pemeriksaan. Tim dari Kementerian Kesehatan melakukan investigasi yang lebih mendalam, termasuk mewawancarai dokter yang menangani pasien.
Baca juga: Penjelasan Lengkap BPOM Soal Kejadian Tak Diinginkan Terkait Injeksi Bupivacain
(up/vit)











































