Demikian disampaikan oleh para peneliti dari Iowa State University, Amerika Serikat. Menurut para peneliti, orang tua yang terlalu keras dalam mendidik anak justru memberikan efek yang negatif terhadap kesehatan anak kelak saat ia dewasa.
Salah satu upaya untuk mencegah hal tersebut terjadi adalah dengan belajar menahan emosi, serta mengimbangi perilaku kasar dengan sikap tegas lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kekerasan baik secara fisik maupun mental bukan cuma meregangkan hubungan ibu dan anak, tapi juga memengaruhi kesehatan fisik anak," kata penulis utama studi tersebut, Thomas Schofield, seperti dikutip dari Times of India, Senin (25/4/2016).
Para peneliti melakukan perekaman interaksi 451 keluarga, antara orang tua dengan anak. Peneliti menilai perilaku orang tua dan mengamati perubahan dalam status kesehatan anak mereka selama beberapa tahun kemudian.
Dalam studi ini, tidak ada responden orang tua yang memukul anak, namun Schofield mengatakan ada tanda-tanda agresi fisik lain seperti mencubit atau mendorong.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan dalam kesehatan fisik dan indeks massa tubuh anak tidak begitu tampak signifikan saat mereka beranjak remaja, namun perubahan ini mulai terlihat saat mereka mulai menginjak usia dewasa muda. Mereka yang kerap mendapatkan perlakuan kasar, mengalami kenaikan berat badan yang lebih signifikan, dibandingkan yang tidak.
"Hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah mendorong orang tua untuk tidak bersikap keras. Ini terutama jika mereka ingin melindungi kesehatan anak-anak mereka kelak saat dewasa," terang Schofield.
Baca juga: Ingin Anak Diikutkan Lomba? Ini Pesan Psikolog
(ajg/vit)











































