Sudah Punya Jurnal Kesehatan Sendiri? Nah, Ini Dia Manfaatnya

Sudah Punya Jurnal Kesehatan Sendiri? Nah, Ini Dia Manfaatnya

Hillariana Ikhlash Devani - detikHealth
Kamis, 28 Apr 2016 17:15 WIB
Sudah Punya Jurnal Kesehatan Sendiri? Nah, Ini Dia Manfaatnya
Foto: Thinkstock
Jakarta - Diungkapkan dr Wiyarni Pambudi, SpA, IBCLC dalam talkshow 'Pentingnya Memiliki Jurnal Kesehatan', di era yang modern ini, pasien diharapkan dapat menjadi pasien yang pintar. Hal ini dikarenakan agar dokter lebih tepat mendiagnosis penyakit pasien. Bagaimana caranya?
 
Dokter yang akrab disapa dr Wi ini mengatakan, dalam mendiagnosis penyakit, dokter membutuhkan info yang relevan dan efektif. Maka dari itu penting untuk menjadi pasien yang pintar. Pasien yang pintar  adalah pasien yang dengan jelas menyampaikan keluhannya, memahami tata laksana kedokteran, serta tidak menghabiskan waktu dan biaya.
 
"Dengan memiliki jurnal kesehatan pribadi, pasien dapat merinci waktu, tempat dan subjek, Misal, anak demam mengalami gejala demam sudah beberapa hari. Walaupun ibu lupa tanggal pastinya, dengan memiliki jurnal kesehatan, ibu bisa membuka jurnal kesehatan dan dokter bisa mendapatkan info dengan lengkap," ucap dr Wi.
 
Di dunia kedokteran sendiri dikenal data subjektif dan data objektif. dr Wi mengatakan untuk anak-anak tidak cukup hanya menyampaikan keluhan saja. Data perkembangan anak juga penting. Misalnya, berapa tinggi anak, berat badannya, kapan anak mengeluarkan kata anak sampai pada reaksi alergi yang timbul pada beberapa makanan.
 
Baca Juga: Cerita Para Bidan: Umur Belasan Sudah Melahirkan, Langsung Stabilo Merah
 
"Jurnal kesehatan juga akan membantu si ibu dalam kondisi darurat. Misal anak tiba-tiba sesak atau berdarah-darah. Dalam kondisi itu, ibu mungkin tiba-tiba blank karena panik. Dengan adanya jurnal kesehatan, dokter bisa tahu anak nggak bisa minum obat apa, atau sudah konsumsi antibiotik apa dalam berapa hari sehingga kemungkinan kesalahan akan lebih kecil," jelas dr Wi kepada detikHealh.

Nah, jurnal ini dapat berbentuk konvensional seperti membuat diari atau catatan kesehatan kemudian dijadikan satu folder. Bisa juga dibuat secara modern dengan aplikasi tertentu sehingga catatan tidak hilang. Partisipasi ayah juga penting agar jurnal kesehatan keluarga ini terisi dengan baik
 
"Sebetulnya harus ada partisipasi ayah. Ayah mau bantuin ngisi, tentu akan menambah quality time juga dikeluarga. Jika dilimpahkan Ibu, dengan segala kesibukan, jika ada bantuan dari ayah tentunya akan sangat membantu," pungkasnya
 
Baca Juga: Berkat Kalung Plastik Ini, Angka Vaksinasi di India Meningkat

(rdn/vit)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads