"Mengenai cuka apel, saya belum pernah tahu informasi mengenai cuka apel untuk diabetes," ungkap dr Mangatas Manalu SpPD dari RS Mayapada Lebak Bulus Jakarta Selatan di sela-sela Live Chat 'Bongkar Mitos Diabetes' yang digelar detikHealth dan detikForum di kantor detikcom, Jl Warung Jati Barat Raya 75, Jakarta Selatan, Senin (2/5/2016).
Meski begitu, dr Mangatas mengungkapkan pada dasarnya apel mengandung maltosa sejenis gula yang walaupun lambat, tetapi tetap akan menaikkan kadar gula darah. Terkait konsumsi cuka apel, dr Mangatas jsutru menyarankan cuka apel sebaiknya digunakan untuk mencoba meluruhkan batu empedu dengan diameter kecil.
Baca juga: Bagi Pasien Diabetes, Herba Ini Bisa Bantu Kontrol Kadar Gula Darah
Cara konsumsinya juga dianjurkan dicampur dengan minyak zaitun. Sementara, untuk rebusan kulit manggis, dokter berkacamata ini mengatakan sejatinya kulit manggis berkhasiat sebagai antioksidan sehingga ampuh mencegah radikal bebas. Padahal, menurut dr Mangatas, mekanisme diabetes bukan hanya seputar radikal bebas saja.
![]() |
"Tetapi, sekitar ada 12 mekanisme. Sehingga, kulit manggis tidak bisa mengcover semua mekanisme tersebut. Namun, boleh-boleh saja untuk konsumsi kulit manggis kok," kata dr Mangatas.
Sementara, studi yang dilakukan Prof Dr Sumali Wiryowidagdo, Apt, Kepala Pusat Studi Obat Bahan Alami, Departermen Farmasi Fakultas MIPA Universitas Indonesia tahun 2012 mengungkapkan ada beberapa obat hipoglikemik oral (OHO) dari bahan alami yaitu mahkota dewa, brotowali, mengkudu, lidah Buaya, pare, teh hijau dan tempe.
"Tempe bisa dijadikan bubur tempe. Caranya, ambil dua potong tempe ukuran sedang atau kira-kira 5x10 cm kemudian direbus dan diblender. Setelah itu, campur dengan air matang kurang lebih 200 cc dan dimakan bubur tempenya. Tidak pakai gula dan tidak pakai garam," kata dr Mangatas.
Baca juga: Ini Bedanya Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2
(rdn/vit)