Transplantasi Organ Antar Pasien HIV Sukses Dilakukan di Inggris

Transplantasi Organ Antar Pasien HIV Sukses Dilakukan di Inggris

Martha HD - detikHealth
Minggu, 08 Mei 2016 13:04 WIB
Transplantasi Organ Antar Pasien HIV Sukses Dilakukan di Inggris
Foto: thinkstock
Jakarta - Keberhasilan transplantasi organ dari pasien HIV ke pasien HIV lainnya menjadi kabar baik di dunia kesehatan. Sejauh ini Inggris dan Amerika Serikat telah melaporkan keberhasilan transplantasi tersebut.

BBC melansir transplantasi ginjal antar pasien HIV pertama di Inggris sukses dilakukan pada 2015 lalu. Transplantasi dilakukan di Guy's Hospital dan St Thomas' Hospital di London.

Menurut National Health Service (NHS) di Inggris, cara ini dapat membantu mengatasi kurangnya donor organ bagi pasien HIV. Karena itu, diharapkan semakin banyak orang dengan HIV mendaftarkan diri untuk menyumbangkan organnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hal ini menarik bahwa beberapa orang dengan HIV di Inggris telah membantu pasien dengan HIV pula untuk menyumbangkan organ mereka setelah meninggal," kata Prof John Forsythe dari bagian transplantasi dan donor organ NHS.

Transplantasi organ dari donor dengan HIV hanya dilakukan pada penerima yang juga mengalami infeksi HIV saja. Untuk itu semua donor juga harus menjalani serangkaian tes, termasuk HIV, hepatitis B, dan hepatitis C.

Baca juga: Studi: Sel-sel Pasien HIV Menua Lebih Cepat 

dr Rachel Hilton, yang merupakan ahli ginjal menyambut baik kesuksesan transplantasi ini, lantaran menjadi sebuah terobosan yang penting. Sebab sebelumnya organ dari pasien HIV 'hilang' begitu saja tanpa diketahui apakah aman dan efektif jika organnya digunakan oleh pasien HIV lainnya.

"Tapi sekarang kami tahu bahwa kita bisa menerima organ dari pasien dengan HIV yang telah meninggal untuk diberikan pada pasien HIV lainnya yang berada di daftar tunggu transplantasi," ucap dr Hilton.

Para pakar menyadari ada risiko komplikasi yang lebih serius pada pasien penerima organ yang didonorkan. Karena itu penting untuk memastikan bahwa organ yang didonorkan aman sehingga tidak mengakibatkan meningkatnya risiko kefatalan. Dokter pun akan benar-benar melakukan evaluasi terhadap donor dan kondisi organ yang hendak disumbangkan.

Dalam pemberitaan sebelumnya, tim dokter dari John Hopkins University mengumumkan keberhasilannya melakukan transplantasi ginjal dan hati antar pasien dengan HIV positif. Dengan catatan-catatan keberhasilan ini, para pasien yang terinfeksi HIV punya harapan hidup lebih lama sebelum fungsi organ di tubuhnya mengalami gangguan.

Baca juga: HIV Tak Jadi Stigma Lagi di Batam  (vit/vit)

Berita Terkait