Kestabilan Bakteri di Kulit Juga Bisa Tunjukkan Sehat Tidaknya Seseorang

Kestabilan Bakteri di Kulit Juga Bisa Tunjukkan Sehat Tidaknya Seseorang

Hillariana Ikhlash Devani - detikHealth
Senin, 23 Mei 2016 13:14 WIB
Kestabilan Bakteri di Kulit Juga Bisa Tunjukkan Sehat Tidaknya Seseorang
Foto: thinkstock
Jakarta - Kondisi sehat atau tidaknya seseorang bisa dilihat dari berbagai indikator. Nah, tahukah Anda salah satu indikator tersebut bisa berupa kondisi bakteri yang ada di kulit.

Baru-baru ini, peneliti di Amerika Serikat yakni Heidi Kong dari National Cancer Institute dan Julie Segre dari National Human Genome Research Institute menemukan pada individu yang sehat, ditemukan beberapa bakteri yang cenderung stabil pada pakaian mereka.

Sedangkan, pada individu yang tidak sehat, kestabilan ini cenderung berubah. Di masa depan, peneliti merencanakan untuk mempelajari pasien dengan eksim dan mengetahui variasi bakteri di penyakit itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pengetahuan ini penting, karena bakteri yang stabil memungkinkan peneliti mengetahui beberapa bakteri yang dapat digunakan untuk mendeteksi penyakit tertentu," ungkap Segre, dikutip dari BBC.

Contohnya saja masalah jerawat yang menurut Sagre mungkin bisa diatasi dengan antibiotik untuk bakteri tertentu, jika diketahui bakteri apa saja yang mengalami ketidakstabilan saat jerawat muncul. Dalam studinya, Segre menuturkan tempat bakteri yang paling stabil yaitu di kulit yang berminyak seperti di belakang telinga.

Baca Juga: Mengenal Gudikan, Penyakit Kulit karena Kutu Parasit

Namun, kulit kering juga memiliki bakteri yang relatif stabil. Nah, yang perlu diwaspadai adalah kulit di bagian kaki. Sebab, Segre menyebut kaki adalah tempat bakteri berkembang biak dengan sangat mudah. Untuk itu, kebersihan diri harus amat diperhatikan.

"Kulit memang memiliki bakteri yang menetap tapi komposisi dan kuantitas mereka di kulit tidak akan berubah dalam waktu lama. Kulit manusia memang tempat berbagai jenis bakteri, jamur dan virus. Beberapa tidak berbahaya bahkan bermanfaat. Tapi, tetap ada bakteri yang berperan dalam timbulnya penyakit kulit seperti jerawat, kulit mati, dan eksim," terang Segre.

Menurut Segre, studi ini adalah yang pertama menemukan bagaimana bakteri, virus, dan jamur ditemukan di kulit dan dapat berpengaruh pada kesehatan. Sebab, penelitian sebelumnya baru menunjukkan mengapa kulit yang terkena eksim bisa menjadi kasar dan meradang, lalu muncul benjolan yang gatal dan bisa berdarah. Atau, ada pula studi yang mengungkap mengapa kulit mati umumnya muncul di area yang kasar seperti siku.

Baca Juga: Tak Perlu Dikupas, Kulit Buah dan Sayur Ini Bermanfaat bagi Kesehatan

(rdn/vit)

Berita Terkait