"Waktu itu Arka umur 2 tahun. Dia emang demam, nggak terlalu tinggi sih, dan masih lincah, aktiflah. Sebelumnya udah dikompres dan dikasih obat, tapi tiba-tiba badannya lemah, drop, terus kejang. Saya sama istri langsung panik. Langsung kita bawa ke rumah sakit," kisah Indra ditemui usai Peluncuran Buku 'Anti Panik Mengasuh Bayi (0-3 Tahun)' oleh TigaGenerasi di Rumah Ranadi, Jl Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Kamis (26/5/2016)
Bahkan, sebelum ke rumah sakit, Indra dan sang istri, Noella atau akrab disapa Ui sempat mampir ke apotek untuk membeli obat penurun panas. Saat itu, Indra akhirnya nekat memarkir mobilnya di sembarang tempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Mengapa Anak Bisa Tak Mudah Sakit Meski Tak Imunisasi? Ini Penjelasannya
Menurut Indra, kepanikan yang ia rasakan bersama sang istri bisa terjadi karena sebelumnya ia belum tahu bagaimana menangani anak yang kejang. Nah, Ui pun berpendapat untuk itulah penting sekali bagi para orang tua agar bisa menjadi smart parent. Sebab, selama ini Ui mengaku sering mendengar wejangan supaya anak tak mudah kejang maka harus diberi kopi.
Meski akhirnya tahu itu mitos, Ui sempat mempraktikkannya saat Arka berusia 1,5 tahun. Selain itu, karena tidak memiliki riwayat kejang di keluarga, Ui merasa tidak perlu menyediakan obat kejang di rumah. Soal kejang yang dialami Arka, Ui menuturkan awalnya putranya itu batuk kemudian diberi obat dengan kandungan ibuprofen.
"Tapi ternyata dia nggak cocok sama obat itu ya. Jadinya kejang tapi setelah dibawa ke UGD, dikasih obat yang dari anus, Arka sudah baikan. Jadi sekarang saya kalau lihat ibuprofen tuh kayak gimana gitu, trauma. Pokoknya saat itu bukan panik aja, panik banget deh," tutur Ui.
Baca juga: Kisah-kisah Anak 'Sakit Kangen' Saat Ditinggal Dinas Luar Kota Orang Tuanya (rdn/up)











































