Mulai dari kebiasaan makan hingga menu makan memengaruhi program diet Anda di bulan puasa. Akibatnya, angka timbangan bukannya bergeser ke kiri, namun tidak bergerak atau malah bergeser ke kanan.
Untuk itu, dirangkum detikHealth dari berbagai sumber, waspadai 5 hal ini ya:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Gorengan
Gorengan merupakan menu andalan hampir setiap orang saat berbuka puasa. Rasanya yang gurih membuat gorengan laris manis.
Namun menurut pakar, gorengan tidak memiliki kandungan gula yang cukup untuk dijadikan menu buka puasa karena tinggi lemak. Akibatnya, orang cenderung makan gorengan banyak-banyak yang menyebabkan timbangan naik.
2. Buka bersama
Lingkaran sosial Anda pasti memiliki agenda buka bersama. Memang menyenangkan berbuka puasa bersama sembari berbincang. Namun hati-hati, makan bersama orang ramai cenderung membuat seseorang makan lebih banyak.
Sebuah penelitian di Denmark menyebut makin ramai meja makan, makin besar nafsu makan seseorang. Apalagi jika Anda satu meja dengan orang yang nafsu makannya cenderung besar.
3. Es dan jus buah
Es dan jus buah merupakan minuman favorit ketika berbuka puasa. Rasa manis dan segar membuat tenggorokan yang sebelumnya kering menjadi kembali fresh.
Hanya saja, es dan jus buah yang dijual di pasaran rata-rata mengandung jumlah gula yang tinggi. Akibatnya gula darah bisa tinggi mendadak yang menyebabkan rasa lemas. Karena lemas, orang cenderung malas bergerak dan kalori akhirnya tertumpuk menjadi lemak.
4. Tidur
Ya, sebagian kalangan menganggap tidur di bulan puasa lebih baik daripada melakukan kegiatan yang membuang energi. Tapi ingat, itu bukan alasan menghabiskan hari Anda untuk tidur saja.
Tidur segera setelah sahur maupun berbuka menghambat metabolisme sistem pencernaan. Akhirnya banyak makanan yang tidak tercerna dengan baik yang malah menumpuk di perut.
Baca juga: Yuk Coba! 5 Tips Sukseskan Program Diet Penurunan Bobot di Bulan Puasa (mrs/vit)











































