Peneliti dari Lawson Health Research Institute, Kanada memastikannya dengan mengamati jaringan payudara 58 wanita yang harus menjalani lumpektomi atau mastektomi (pengangkatan payudara), baik karena tumor ganas ataupun jinak.
Kemudian hasilnya dibandingkan dengan pengamatan jaringan payudara milik 23 wanita sehat yang menjalani prosedur pemotongan sebagian payudara ataupun pembesaran payudara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"DNA jenis ini adalah yang paling parah kerusakannya dan merugikan. Biasanya dipicu oleh genotoksin, salah satu jenis oksigen reaktif dan radiasi," jelas peneliti seperti dilaporkan Hindustan Times.
Tetapi kanker payudara bukan semata dipicu oleh DNA rusak tersebut, tetapi mekanisme perbaikannya yang rentan error, dan error inilah yang kemudian memunculkan risiko kanker.
Baca juga: Studi: Suplemen Kedelai Bisa Bantu Redakan Gejala Menopause
Di sisi lain, pada jaringan payudara sehat ditemukan banyak bakteri seperti Lactobacillus dan Streptococcus atau yang selama ini dikenal sebagai probiotik atau bakteri baik.
Itu artinya bahan makanan yang mengandung probiotik baik dikonsumsi oleh wanita, di antaranya susu dan yogurt. Kedua bakteri tersebut juga dikenal mengandung bahan antikarsinogen.
Sebelumnya riset lain juga mengatakan Lactobacillus bisa mencapai kelenjar mammae atau payudara sehingga dapat membantu mencegah munculnya risiko kanker payudara.
Baca juga: Dengan Menyusui, 20 Ribu Kematian Akibat Kanker Payudara Bisa Dicegah
(lll/vit)











































