Menurut dr Ridwan, SpOG, spesialis kandungan dan kebidanan dari Kemang Medical Care (KMC) Jakarta Selatan, sebenarnya bukan jenis makanan, hanya cara penyajian yang baik yang harus diperhatikan. Ini karena ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang matang, terutama daging, untuk menurunkan risiko penularan penyakit infeksi.
"Misalnya pada mayonaise yang menggunakan telur yang tidak matang, maka tidak dianjurkan," jelas dr Ridwan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makanan yang berlemak tinggi juga harus dibatasi seperti makanan bersantan. Kalau untuk satai jika bisa dihindari, sedangkan steak harus well done. Karena tidak yakin cara penyajiannya seperti apa, jadi harus memilih makanan yang jelas-jelas aman," papar dr Ridwan.
Baca juga: Ibu Hamil Konsumsi Makanan Tak Sehat, Efeknya Dialami 3 Generasi Berikutnya
Sedangkan untuk kue kering yang kalorinya tinggi, boleh dikonsumsi asalkan jumlah yang dimakan dikontrol. Alasannya karena kue kering hanya mengandung gula, garam, dan lemak, padahal jumlah yang dibutuhkan tubuh tidak sebanyak kue-kue itu.
Bagaimana jika kue-kue khas Lebaran dibuat dengan menggunakan pemanis rendah kalori? "Mengganti gula baku dengan pemanis rendah kalori bukan cara penyelesaiannya karena bukan hanya gula kalori yang tinggi, namun bahan yang lain," ucap dr Ridwan.
Untuk itu ibu hamil harus ingat baik-baik, jangan sampai lepas kontrol saat makan aneka makanan. "Kalau makan harus benar-benar lapar bukan lapar mata, bukan karena hari raya bisa makan apa saja, tetap harus menjaga makanan agar masuk yang sehat-sehat saja," kata dr Ridwan mewanti-wanti.
Baca juga: Studi: Ngidam Makin Dituruti, Kenaikan Bobot Ibu Hamil Cenderung Berlebihan
(vit/up)











































