Ya, menurut psikolog anak Roslina Verauli, MSc, atau akrab disapa Vera, anak yang jarang bergerak atau melakukan aktivitas fisik umumnya menjadi sulit konsentrasi dan mengalami banyak keluhan fisik.
"Iya, jadi berdasarkan hasil beberapa penelitian anak usia sekolah yang terbiasa melakukan aktivitas fisik rutin memiliki performa akademis yang lebih baik," tutur Vera dalam acara peluncuran Milo Champ Squad, yang diadakan di Senayan National Golf Club, Jakarta, Kamis (14/7/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain konsentrasi yang lebih baik, anak-anak ini dilanjutkan Vera juga memiliki kualitas psikologis dan sosial yang lebih matang. Kualitas mental terkait rasa kepercayaan diri anak juga lebih baik, jika dibandingkan dengan anak yang jarang berolahraga.
"Mau bikin anak percaya diri? Ajak olahraga! Alasannya, di usia sekolah anak memiliki kompeten akademis, sosial dan fisik, ini sangat dipengaruhi dengan kebiasaan mereka melakukan aktivitas fisik. Dengan olahraga, anak jadi tahu di area apa dia berkompeten," imbuhnya.
Oleh sebab itu, Vera berpesan jika anak memiliki keluhan sulit konsentrasi maka sebaiknya orang tua tidak justru menambahkan jam belajar anak. Cara ini dianggap tidak efektif dan justru akan membuat anak kelelahan. (ajg/vit)











































