Pendapat ini dikemukakan Allan Pacey dari Sheffield University saat berbicara dalam pertemuan tahunan European Society of Human Reproduction and Embryology 2016 di Helsinki baru-baru ini.
"Apapun posisi seksnya, tak jadi soal," katanya seperti dilaporkan Express.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahkan mereka menganggap jika proses 'baby making' tidak sesuai dengan persepsi itu, mereka akan merasa bersalah," lanjutnya.
Pacey juga mengutarakan tak sedikit pasangan yang enggan berhubungan hanya karena waktunya kurang tepat. Padahal yang diperlukan hanyalah pasangan sama-sama berkenan melakukannya begitu saja, atau spontan.
Baca juga: Berbaring Setelah Bercinta Tidak Tingkatkan Peluang Hamil
"Tidak pernah terbukti jika satu posisi seks lebih baik dari lainnya," tegas Pacey seperti dikutip dari Telegraph.
Apapun posisi seks yang digunakan, toh sel-sel sperma hanya butuh waktu 5-10 menit untuk mencapai tuba falopi dan bertemu dengan sel telur untuk kemudian dilakukan pembuahan. Begitu masuk ke dalam tubuh istri, sperma juga biasanya mampu bertahan selama beberapa hari di dalam rahim.
"Jadi sembari Anda bercumbu selepas ejakulasi atau mengambil jeda sebentar, sperma sudah sampai di tempat tujuan," jelasnya.
Baca juga: 4 Posisi Bercinta yang Sebaiknya Dihindari Jika Menginginkan Kehamilan
Dr Adam Balen dari Leeds University Hospital NHS Trust menambahkan, yang terpenting adalah frekuensi seksnya, bukan posisi seks yang dipakai. Tak perlu sampai orgasme, asalkan seks sering dilakukan, peluang untuk kehamilannya juga semakin besar.
"Seks sesering mungkin dan Anda menikmatinya adalah trik mudah untuk meningkatkan peluang kehamilan Anda, bahkan hingga tiga kali lipat," ujarnya.
(lll/vit)











































