"Awalnya, saya ragu karena sama sekali karena tidak memiliki pengalaman membawa ASI perah dari luar negeri dan tentunya harus menyiapkan ASIP (air susu ibu perah) dalam jumlah yang banyak," kata Fifi dalam perbincangan dengan detikHealth, beberapa waktu lalu.
Baca juga: Sejak Masih Minum ASI, Anak Sudah Bisa Diajari Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk memerah susu di sana, aku intinya menyiapkan dari sini kantong ASI, strerillizer tablet, breast pump manual, cooler box, dan ice gel," lanjut ibu dari dua anak ini.
Selama di Singapura, Fifi juga menyusun strategi yang tepat untuk memompa ASI, mengingat pekerjaannya di Singapura ternyata cukup padat. Meski demikian dia mencoba konsisten memompa ASI setiap 6 jam sekali. Aktivitas ini dilakukannya di kamar hotel. Selanjutnya ASI perah dititipkannya ke freezer hotel.
"Setiap tengah malam, saya memompa terakhir kali dan menyetor seluruh ASIP hari itu ke resepsionis hotel untuk dimasukkan ke freezer hotel. Tapi saya beritahu resepsionisnya untuk tidak dicampur dengan daging atau sayuran dan jangan lupa tulis nama, nomor kamar serta tulisan 'Breastmilk & Ice gel. Freezer only, do not refrigerate!'," tutur wanita yang juga aktif sebagai family blogger ini.
Baca juga: Bayinya Sempat Muntah Darah, Ini Kisah Laras Bangkit dan Perjuangkan ASI
Saat hendak pulang ke Jakarta, Fifi mengambil ASIP dari freezer hotel dan menaruhnya di cooler box. Ternyata hasil memerah ASI selama beerapa hari cukup lumayan. Fifi bisa mengumpulkan 2,3 liter ASI.
Kotak berisi ASI perah itu lantas ditutup rapat dengan menggunakan lakban. Tidak lupa juga, sesampai di bandara, Fifi memberitahukan kepada petugas bila isi cooler box merupakan ASIP.
"Selama ada niat dan yakin bahwa bisa memberikan yang terbaik untuk anak kita, Why not? Berjuang demi ASI itu bukan perkara mudah, tapi saya yakin ASI anugarah Allah yang paling besar dari seorang ibu," kata Fifi. (vit/vit)











































