UNICEF: HIV-AIDS Masih Jadi Penyebab Kematian Teratas Pada Remaja Afrika

UNICEF: HIV-AIDS Masih Jadi Penyebab Kematian Teratas Pada Remaja Afrika

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Senin, 18 Jul 2016 11:37 WIB
UNICEF: HIV-AIDS Masih Jadi Penyebab Kematian Teratas Pada Remaja Afrika
Foto: thinkstock
Jakarta - Ancaman HIV-AIDS pada remaja masih sangat serius. UNICEF menyebut secara global, HIV-AIDS merupakan penyebab kematian nomor dua pada anak-anak berusia 10-19 tahun.

"Secara global, AIDS masih menjadi penyebab kematian nomor dua untuk anak-anak usia 10-19 tahun. Tetapi di Afrika, penyakit ini masih bertahan sebagai penyebab kematian teratas," tutur Direktur UNICEF, Anthony Lake, dalam konferensi internasional AIDS 2016 di Durban, Afrika Selatan.

"Meskipun secara global proses penanganan pandemi HIV-AIDS sudah mengalami banyak kemajuan, masih ada pekerjaan rumah terutama di Afrika untuk melindungi anak-anak dan remaja dari infeksi, sakit dan kematian akibat HIV-AIDS," tambah Lake lagi, dikutip dari AFP.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Studi: Rajin Minum Obat Perkecil Risiko Penularan HIV Saat Bercinta

Lake menambahkan bahwa kematian akibat AIDS pada anak-anak usia 10-19 tahun mengalami kenaikan dua kali lipat sejak tahun 2000. Setiap jam, diperkirakan ada 29 anak terinfeksi HIV dari seluruh dunia. Jika diperkirakan, 3 dari 4 kasus infeksi HIV baru merupakan remaja perempuan.

Ditegaskan Lake, remaja perempuan merupakan yang paling rentan, dengan persentase 65 persen dari setiap infeksi baru di seluruh dunia. Hal ini terjadi di daerah sub-Sahara Afrika yang merupakan populasi dari 70 persen pengidap HIV di seluruh dunia.

Survei yang dilakukan UNICEF di 16 negara menyebut sekitar 68 persen dari 52.000 remaja tidak mau melakukan pemeriksaan HIV. Takut mendapat hasil positif serta tingginya stigma sosial membuat mereka tidak mau melakukan pemeriksaan HIV.

Meski begitu, Lake mengatakan ada beberapa prestasi yang bisa dibanggakan. Salah satunya adalah menurunnya angka infeksi ibu ke anak yang turun drastis sebanyak 70 persen dari tahun 2000. Selain itu, setengah dari kasus infeksi baru untuk anak di bawah 14 tahun hanya terjadi di 6 negara yakni India, Kenya, Mozambik, Nigeria, Afrika Selatan dan Tanzania.

"Kemajuan yang kita capai dalam tiga dekade terakhir tidak berarti perjuangan selesai. Perang melawan AIDS belum berhenti sampai kita bisa meningkatkan pencegahan dan pengobatan; sampai anak-anak muda tidak lagi ditolak mendapat pengobatan; dan sampai stigma dan ketakutan untuk melakukan pemeriksaan hilang dari masyarakat," tandas Lake.

Baca juga: Ingat! Bertetangga dengan ODHA Tidak Membuat Anda Tertular HIV (mrs/vit)

Berita Terkait