Faktor yang menyebabkan FA disebut oleh dr Yoga Yuniadi, SpJP(K), dari RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita ada berbagai macam mulai dari hipertensi, diabetes, obesitas, hingga yang lebih umum lagi stres berat. Bagaimana stres bisa berkontribusi disebut dr Yoga karena saat seseorang mengalaminya sistem aliran listrik yang memicu otot jantung di tubuh akan terganggu.
Baca juga: Degup Jantung Tak Berirama Juga Bisa Dialami Anak-anak
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Stres dalam kehidupan sehari-hari tentu sulit dihindari, lalu apa yang kira-kira bisa kira lakukan untuk meminimalisir efeknya? Ketua 1 Persatuan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) dr H. Salim Haris, SpS(K), mengatakan satu kuncinya bisa dengan cara menghadapi situasi dengan tenang dan lapang dada.
"Jadi kondisi apapun yang datang kalau orang sensitif itu otaknya akan lebih dominan mengeluarkan glutamat daripada GABA. GABA itu untuk orang yang enjoy akan keluar banyak tapi kalau glutamat itu orang yang sensitif. glutamat merusak, dia itu eksitatori (pemicu kejang -red) meningkatkan timbulnya gerakan kalsium masuk ke dalam sel," kata dr Salim.
"Jadi kalau orang yang benar-benar mau menikmati hidup: enggak stres, sensitif, jangan terlalu banyak berharap, jangan mudah tersinggung, banyakin senyum, itu udah insya Allah nggak ada apa-apa," tutupnya.
Baca juga: Stroke karena Degup Jantung Tak Berirama Bisa Merusak Hampir Setengah Otak
(fds/vit)











































