Belikan Anak Banyak Mainan Demi 'Tebus' Rasa Bersalah Ibu Bekerja, Tepatkah?

Belikan Anak Banyak Mainan Demi 'Tebus' Rasa Bersalah Ibu Bekerja, Tepatkah?

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Selasa, 13 Sep 2016 18:02 WIB
Belikan Anak Banyak Mainan Demi Tebus Rasa Bersalah Ibu Bekerja, Tepatkah?
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Pada ibu bekerja, bisa muncul rasa bersalah karena harus bekerja, mereka lantas tak memiliki banyak waktu untuk buah hatinya. Kadang kala, untuk 'menebus' rasa bersalahnya ini, ada ibu yang lantas memberi apa yang anak mau, termasuk apapun mainan yang diinginkan anak.

Terkait hal ini, psikolog klinis dari TigaGenerasi, Sri Juwita Kusumawardhani, MPsi, Psikolog mengatakan dibanding memberi mainan atau hal-hal yang bersifat materi, lebih baik jika ibu meluangkan waktu untuk bersama anaknya.

"Misalkan, sempatkan sekali seminggu untuk mengerjakan PR anak bersama-sama. Atau di akhir pekan, luangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang disenangi anak atau ajak ngobrol dari hati ke hati. Ibu bisa menanyakan bagaimana sikap guru dan teman-temannya di sekolah, sulitkah mengikuti pelajaran misalnya," kata wanita yang akrab disapa Wita ini saat berbincang dengan detikHealth.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Saat Ibu Bekerja Merasa Bersalah karena Tak Punya Banyak Waktu untuk Anak

Pada beberapa kesempatan, karena pekerjaan ada pula ibu yang tidak bisa menghadiri acara spesial bagi anak di sekolahnya. Misalnya saja pentas seni, kejuaraan olahraga, atau olimpiade science. Jika seperti itu, menurut Wita bukan berarti ibu tak bisa melakukan apa-apa untuk buah hatinya.

Sebab, ibu masih bisa memberi video penyemangat atau menyempatkan memberi semangat pada anak dengan melakukan video call sebelum anak bertanding atau pentas.

"Ingat bahwa keterlibatan Anda dalam kesehariannya, kasih sayang dalam bentuk dukungan atau pujian dan perhatian terhadap hidupnya, jauh lebih bermakna dibanding mainan semata atau hal-hal yang bersifat materi lainnya," kata Wita yang juga praktik di Lembaga Psikologi Terapan UI ini.

Baca juga: Bukan Cuma Senang-senang, Bermain Bisa Tingkatkan Fungsi Otak Anak

(rdn/vit)

Berita Terkait