detikhealth

Bahaya Depresi Pasca Melahirkan

Gangguan Jiwa Bisa Muncul Kapan Saja, Tak Harus Pada Anak Pertama

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Selasa, 11/10/2016 09:06 WIB
Gangguan Jiwa Bisa Muncul Kapan Saja, Tak Harus Pada Anak PertamaFoto: thinkstock
Jakarta, Gangguan jiwa yang terjadi pada ibu pasca melahirkan dikatakan pakar tak bisa muncul tiba-tiba. Bisa saja gejala sudah ada sejak kehamilan anak pertama, namun baru bermanifestasi ketika memiliki anak kedua atau seterusnya.

Dr Ayu Nindyati, Psikolog, dari Himpunan Psikologi Indonesia mengatakan gangguan kejiwaan bukanlah sesuatu penyakit yang bisa diprediksi. Siapa saja bisa mengalaminya dan kemunculannya pun sangat dipengaruhi oleh kondisi mental dan lingkungan sosial seseorang.

"Jadi bukan kayak kita habis kehujanan lalu kena pilek, nggak begitu. Ada ibu yang melahirkan anak pertama biasa-biasa saja tapi ketika anak keduanya lahir dia depresi, jadi sangat tergantung oleh masing-masing individu," tutur Ayu, kepada detikHealth, baru-baru ini.

Baca juga: Kenali, Risiko Ibu Depresi Bisa Terlihat Sejak Kehamilan

Dijelaskan Ayu, gangguan kejiwaan muncul akibat timbulnya serangkaian masalah psikologis. Masalah-masalah seperti stres mengurus anak, kondisi ekonomi yang lemah atau hubungan dengan suami yang tidak baik berisiko tinggi menyebabkan depresi.

Hanya saja, faktor ketahanan mental serta lingkungan sosial sangat berpengaruh terhadap keparahan gangguan kejiwaan. Misalnya saja, ketika melahirkan anak pertama si ibu memiliki keluarga atau tetangga yang suportif dan mendukung. Sementara ketika melahirkan anak kedua, terjadi perubahan di mana ibu pindah rumah atau suami bekerja jauh di luar kota.

"Gangguan kejiwaan yang ringan kan biasanya tidak perlu pengobatan, dan tidak semua ibu yang baru melahirkan akan mengalami gangguan. Tapi ketika ibu memiliki masalah yang tidak terselesaikan, ada tekanan baru yang tidak ada sebelumnya ketika melahirkan anak pertama, ya bisa saja muncul," paparnya lagi.

dr Andri, SpKJ, dari Klinik Psikosomatik RS Omni Alam Sutera, mengatakan depresi pasca melahirkan sangat mungkin dialami ketika ibu merasa tidak memiliki pertolongan. Masih repot mengurus anak pertama namun harus mengasuh anak kedua bisa menjadi beban atau tekanan sendiri bagi kesehatan mental.

Meski begitu, dr Andri menyebut masyarakat Indonesia sebenarnya memiliki nilai-nilai keluhuran yang baik terutama pada ibu yang baru melahirkan. Karenanya, ia menyarankan agar ibu yang baru melahirkan dan merasa kerepotan sebaiknya meminta pertolongan orang terdekat.

"Sebenarnya di kita itu masih guyub, dalam artian kalau ada yang membutuhkan pertolongan tetangga atau orang-orang terdekat pasti mau menolong. Masalahnya, kadang bagi ibu yang baru melahirkan itu minta tolong pun nggak sempat, akhirnya jadi stres dan depresi," ungkanya.

Peran aparat desa seperti Ketua Rukun Tetangga dan bidan menjadi penting. Terutama jika ibu tidak memiliki sanak saudara yang dekat atau suaminya bekerja jauh di luar kota.

"Saran saya mungkin bisa dibilang ketika akan melahirkan sama bidannya, kalau dia akan butuh orang untuk membantu ini itu. Dengan begitu, rasa sendirian, kesepian dan tidak berdaya itu bisa hilang dan mencegah depresi," tutupnya.

Baca juga: Gangguan Psikotik Tergolong Langka Tetapi Lebih Berbahaya dari Depresi

(mrs/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit