Jakarta -
Kecanduan gadget memiliki banyak efek negatif. Selain anak jadi sulit berkomunikasi, kecanduan gadget juga bisa mengganggu proses tumbuh kembang, kemampuan bicara anak, serta risiko lebih dini mengalami gangguan penglihatan.
dr I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, SpA(K), langkah pencegahan yang utama berasal dari orang tua. Jika orang tua tidak ketagihan atau kecanduan menggunakan gadget, kecil kemungkinan anak mengalami kecanduan.
"Kalau dikasih tv atau gadget, anak jadi tidak mengeksplorasi tubuhnya, yang nantinya membuat tumbuh kembangnya tak optimal. Untuk itu, orang tua harus pintar-pintar mencari cara bagaimana supaya anak tidak kecanduan gadget," tutur dr Tiwi, dalam seminar parenting class, baru-baru ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, cara apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegah anak keacnduan gadget? Dirangkum detikHealth, berikut 4 cara yang bisa digunakan.
1. Bikin kontrak
Foto: thinkstock
|
dr Lestaria Arianti, SpKFR, mengatakan anak usia di bawah 24 tahun tidak membutuhkan gadget dan televisi sama sekali. Sementara untuk anak usia di atas 2 tahun, gadget dibolehkan dengan syarat-syarat khusus.
"Misalnya hanya satu jam sehari boleh main gadget. Atau gadget hanya bisa digunakan saat hari Sabtu dan Minggu. Jadi dibikin kontrak perjanjian sama anaknya," ungkap dr Ari.
2. Playdate
Foto: thinkstock
|
Playdate merupakan trik lain untuk mencegah anak kecanduan gadget. Hal ini dikarenakan anak main gadget mungkin karena bosan atau tidak ada aktivitas menarik yang ia bisa lakukan di luar rumah.
Untuk itu, ada baiknya orang tua membuat janji dengan orang tua lain yang memiliki anak dengan usia sebaya. Playdate sebaiknya dilakukan dengan tema sehingga anak tidak ingin menggunakan gadget saat bermain bersama.
"Misalnya jalan ke Monas bareng-bareng, atau mencoba pengalaman naik KRL, TransJakarta, itu juga bisa jadi ide playdate di luar rumah," ungkap dr Tiwi.
3. Jadikan reward
Foto: thinkstock
|
Salah satu trik lain untuk mencegah anak kecanduan gadget adalah menjadi hal tersebut sebagai reward atau ganjaran atas prestasi dan perbuatan baik yang dilakukan anak.
Psikolog anak dan remaja dari RaQQi - Human Development & Learning Centre, Ratih Zulhaqqi mengatakan orang tua perlu mengatur kapan waktu bermain anak. Waktu di sini merujuk pada kapan dan berapa lama anak boleh bermain games tersebut.
"Kemudian orang tua bisa menjadikan games itu sebagai reward. Konten juga jangan lupa mesti diperhatikan ya, pilih yang sesuai dengan usia anak. Kemudian jangan lupa ajak anak berdiskusi dengan anak bahwa games tersebut hanyalah permainan semata sehingga anak tidak terlalu 'menjiwai'-nya," tutur Ratih.
4. Bermain bersama
Foto: thinkstock
|
Trik terakhir dan paling jitu adalah bermain bersama anak. Dikatakan dr Tiwi, bermain tidak harus dengan peralatan atau mainan mewah. Kegiatan sederhana seperti mengganti baju atau memandikan anak juga bisa dilakukan dengan bermain.
Bagaimana dengan orang tua yang bekerja dan memiliki sedikit waktu di rumah? Untuk hal ini, dr Tiwi mengembalikan kepada penilaian masing-masing orang tua. Pasalnya, hanya orang tua yang mampu mengatur jadwal diri mereka dan melakukan yang terbaik untuk si kecil.
"Kalau ibu pulang malam? Mungkin bisa mendongen untuk anak yang agak besar. Atau kalau anak masih bayi, ibu dan bayi tidur lebih awal sehingga bangun subuh bisa main dulu sebelum berangkat kerja," tuturnya.
dr Lestaria Arianti, SpKFR, mengatakan anak usia di bawah 24 tahun tidak membutuhkan gadget dan televisi sama sekali. Sementara untuk anak usia di atas 2 tahun, gadget dibolehkan dengan syarat-syarat khusus.
"Misalnya hanya satu jam sehari boleh main gadget. Atau gadget hanya bisa digunakan saat hari Sabtu dan Minggu. Jadi dibikin kontrak perjanjian sama anaknya," ungkap dr Ari.
Playdate merupakan trik lain untuk mencegah anak kecanduan gadget. Hal ini dikarenakan anak main gadget mungkin karena bosan atau tidak ada aktivitas menarik yang ia bisa lakukan di luar rumah.
Untuk itu, ada baiknya orang tua membuat janji dengan orang tua lain yang memiliki anak dengan usia sebaya. Playdate sebaiknya dilakukan dengan tema sehingga anak tidak ingin menggunakan gadget saat bermain bersama.
"Misalnya jalan ke Monas bareng-bareng, atau mencoba pengalaman naik KRL, TransJakarta, itu juga bisa jadi ide playdate di luar rumah," ungkap dr Tiwi.
Salah satu trik lain untuk mencegah anak kecanduan gadget adalah menjadi hal tersebut sebagai reward atau ganjaran atas prestasi dan perbuatan baik yang dilakukan anak.
Psikolog anak dan remaja dari RaQQi - Human Development & Learning Centre, Ratih Zulhaqqi mengatakan orang tua perlu mengatur kapan waktu bermain anak. Waktu di sini merujuk pada kapan dan berapa lama anak boleh bermain games tersebut.
"Kemudian orang tua bisa menjadikan games itu sebagai reward. Konten juga jangan lupa mesti diperhatikan ya, pilih yang sesuai dengan usia anak. Kemudian jangan lupa ajak anak berdiskusi dengan anak bahwa games tersebut hanyalah permainan semata sehingga anak tidak terlalu 'menjiwai'-nya," tutur Ratih.
Trik terakhir dan paling jitu adalah bermain bersama anak. Dikatakan dr Tiwi, bermain tidak harus dengan peralatan atau mainan mewah. Kegiatan sederhana seperti mengganti baju atau memandikan anak juga bisa dilakukan dengan bermain.
Bagaimana dengan orang tua yang bekerja dan memiliki sedikit waktu di rumah? Untuk hal ini, dr Tiwi mengembalikan kepada penilaian masing-masing orang tua. Pasalnya, hanya orang tua yang mampu mengatur jadwal diri mereka dan melakukan yang terbaik untuk si kecil.
"Kalau ibu pulang malam? Mungkin bisa mendongen untuk anak yang agak besar. Atau kalau anak masih bayi, ibu dan bayi tidur lebih awal sehingga bangun subuh bisa main dulu sebelum berangkat kerja," tuturnya.
(mrs/vit)