detikhealth

Vaksin HPV untuk Anak SD

Kabar Palsu Vaksin HPV Sebabkan Menopause Dini Bisa Ditangkis dengan Fakta

Firdaus Anwar - detikHealth
Senin, 28/11/2016 18:05 WIB
Kabar Palsu Vaksin HPV Sebabkan Menopause Dini Bisa Ditangkis dengan FaktaFoto: ilustrasi: Reza/detikHealth
Jakarta, Pada awal Oktober lalu Pemerintah Daerah DKI Jakarta telah menjalankan proyek percobaan memberikan vaksin human papillomavirus (HPV) untuk anak-anak di Sekolah Dasar (SD). Nah berkaitan dengan hal tersebut kini beredar sebuah pesan berantai yang mengabarkan bahwa vaksin dapat memberikan efek samping.

"Ini menyeramkan! Info dari kawan-kawan: vaksin kanker serviks yang ditujukan kepada anak-anak SD ini akan menyebabkan menopause dini," tulis pesan berantai yang diterima detikHealth di WhatsApp.

Ketua Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI) Profesor Andrijono, SpOG (K), berkomentar bahwa kabar tersebut tidak benar. Vaksin HPV yang digunakan di Indonesia adalah vaksin yang telah distudi oleh World Health Organization (WHO) dan telah lolos uji keamanan.

Baca juga: Mulai Oktober, Jakarta Jadi Pilot Project Vaksinasi HPV untuk Anak SD

"Dampaknya itu nggak ada respons apa-apa, hanya paling cuma sakit lokal ditempat suntiknya aja... Nggak ketemu ada yang panas ada yang muntah-muntah," kata Prof Andrijono saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (28/11/2016).

Namun demikian tak bisa dipungkiri kemungkinan tetap ada orang tua yang termakan isu dan menjadi ragu. Menghadapi orang tua yang seperti itu Prof Andrijono menyarankan agar dokter bersabar menjelaskan secara jelas tentang manfaat vaksin disertai contoh-contoh fakta.

"Jelaskan saja bahwa itu berita bohong enggak benar. Berita gosip yang tidak bisa dipertanggung jawabkan. Karena WHO (World Health Organization -red) sudah menganjurkan, seluruh dunia pakai, sudah jutaan orang divaksin, 64 negara jadikan program nasional, nah Indonesia mau sampai kapan lagi?" ungkap Prof Andrijono.

"Australia sudah 15 tahun dia pakai vaksin ini, Amerika udah 10 tahun jadi program nasional. Kita baru sekarang saja sudah dioprak-oprak digosipin," pungkasnya.

Baca juga: Banyak yang Nikah di Bawah 19 Tahun, Alasan Vaksin HPV Diberikan ke Anak SD

(fds/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close