Jakarta -
Olahraga pada malam hari punya kelebihan sekaligus kekurangannya sendiri. Di satu sisi bisa memperbaiki keluhan insomnia, tapi sebaliknya juga bisa menjadi penyebab susah tidur.
Susah tidur setelah olahraga malam antara lain dipicu oleh perubahan komposisi hormon dalam tubuh. Aktivitas fisik seperti olahraga memicu pelepasan hormon adrenalin, yang membuat seseorang semakin terjaga.
Hal lain yang dikeluhkan setelah olahraga malam adalah badan pegal-pegal. Dalam kondisi seperti ini, sulit sekali mendapatkan posisi yang nyaman saat berbaring. Alhasil sepanjang malam akan merasa gelisah dan akhirnya tidak bisa tidur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untungnya ada banyak trik yang bisa dilakukan untuk mencegah insomnia seusai olahraga malam. Berikut ini beberapa di antaranya, seperti dirangkum dari berbagai sumber.
1. Beri jarak yang cukup
Foto: thinkstock
|
Praktisi kesehatan olahraga, dr Andi Kurniawan, SpKO seperti diberitakan detikHealth sebelumnya menyarankan jeda antara 1,5 jam hingga 2 jam antara olahraga malam dengan waktu tidur. Ini untuk memberi waktu agar tubuh bisa memulihkan keseimbangan hormon, sebab olahraga membuat produksi serotonin dan endorfin meningkat.Baca juga: Sesuai Aturan Main, Kegiatan Ini Masih Boleh Dilakukan Sebelum Tidur
2. Sesuaikan intensitasnya
Foto: thinkstock
|
Semakin berat intensitas olahraga yang dilakukan pada malam hari, semakin besar pula pengaruh negatifnya pada gangguan tidur. Olahraga ringan hingga sedang lebih cocok untuk malam hari, sedangkan olahraga yang membutuhkan energi berlebih ada baiknya ditempatkan di waktu lain seperti pagi atau siang hari ketika tubuh masih segar bugar.
3. Jangan lupa mandi
Foto: thinkstock
|
Untuk bisa tidur nyenyak, tubuh membutuhkan temperatur yang rendah. Sebaliknya, olahraga membuat temperatur tubuh meningkat. Mandi sebelum tidur tidak hanya membantu menurunkan temperatur, melainkan juga menghindari gatal-gatal yang juga membuat tidur terasa tidak nyaman.
Praktisi kesehatan olahraga, dr Andi Kurniawan, SpKO seperti diberitakan detikHealth sebelumnya menyarankan jeda antara 1,5 jam hingga 2 jam antara olahraga malam dengan waktu tidur. Ini untuk memberi waktu agar tubuh bisa memulihkan keseimbangan hormon, sebab olahraga membuat produksi serotonin dan endorfin meningkat.
Baca juga: Sesuai Aturan Main, Kegiatan Ini Masih Boleh Dilakukan Sebelum Tidur
Semakin berat intensitas olahraga yang dilakukan pada malam hari, semakin besar pula pengaruh negatifnya pada gangguan tidur. Olahraga ringan hingga sedang lebih cocok untuk malam hari, sedangkan olahraga yang membutuhkan energi berlebih ada baiknya ditempatkan di waktu lain seperti pagi atau siang hari ketika tubuh masih segar bugar.
Untuk bisa tidur nyenyak, tubuh membutuhkan temperatur yang rendah. Sebaliknya, olahraga membuat temperatur tubuh meningkat. Mandi sebelum tidur tidak hanya membantu menurunkan temperatur, melainkan juga menghindari gatal-gatal yang juga membuat tidur terasa tidak nyaman.
(up/vit)