detikhealth

Survei: Orang Tua dan Anak Habiskan Waktu Sama Banyaknya Bermain Gadget

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Selasa, 13/12/2016 09:07 WIB
Survei: Orang Tua dan Anak Habiskan Waktu Sama Banyaknya Bermain GadgetFoto: thinkstock
Jakarta, Banyak orang tua protes ketika mengetahui anaknya lebih asyik dengan gadget ketimbang berinteraksi dengan keluarga atau teman-temannya. Tetapi bisa jadi ini cerminan dari orang tuanya sendiri lho. Hanya saja mereka tidak menyadarinya.

Sebuah survei yang disponsori Common Sense Media menyebut, orang tua rata-rata menghabiskan waktu dengan gadgetnya selama 9 jam perhari. Namun ini bukan untuk kepentingan pekerjaan. 80 persen responden dilaporkan bermain video games, media sosial, membuka-buka situs internet hingga menonton televisi di ponsel atau tablet mereka.

Tahun lalu, survei yang sama juga dilakukan pada responden berusia 8-18 tahun. Hasilnya sama, remaja rata-rata menghabiskan waktu selama 9 jam dengan gadget mereka dalam sehari, sedangkan anak-anak (rentang usia 8-12 tahun) menghabiskan waktu enam jam dalam sehari bermain gadget.

Menariknya, 78 persen dari 1.800-an orang tua dari anak umur 8-18 tahun yang ambil bagian dalam survei ini merasa mereka adalah role model atau contoh yang baik bagi anak-anaknya, utamanya dalam hal teknologi.

"Saya kira mereka juga melihat tantangan ini. Di satu sisi mereka mencemaskan penggunaan gadget pada anak-anaknya, tetapi mereka juga masih belum bisa melepaskan diri dari gadgetnya sendiri," tandas Michael Robb, direktur riset dari Common Sense Media seperti dilaporkan CNN.

Baca juga: Gadget Bukan Baby Sitter, Ini Rekomendasi Aturan Pakainya untuk Anak

Tak hanya itu, kesamaan kebiasaan pada orang tua dan anak-anaknya ini juga tercermin di saat orang tua menggunakan gadget sekaligus melakukan kegiatan lain semisal menonton TV atau menyelesaikan pekerjaan. Dua pertiga orang tua beranggapan multitasking semacam ini tidak mempengaruhi kualitas pekerjaan mereka.

Hal yang sama juga ditemukan pada remaja dan anak-anak yang melakukan multitasking dengan gadget dan pekerjaan lain seperti mengerjakan PR. Padahal Robb mengatakan multitasking akan membuat satu pekerjaan tidak selesai (apalagi dua atau tiga) dan menjadikannya lebih sulit untuk dikerjakan. Jangankan remaja atau anak-anak, orang tua saja sulit melakukannya. Biasanya pada anak atau remaja yang terobsesi pada gadgetnya, mereka bahkan tak bisa mengerjakan hal lain selagi di depan layar.

Tetapi ini bukanlah satu-satunya sumber kekhawatiran orang tua masa kini. Survei Robb mengungkap hal-hal yang dicemaskan orang tua dari kebiasaan gadget si anak. Dimulai dari penggunaan media sosial: 50 persen orang tua cemas keasyikan bermedia sosial akan mengurangi aktivitas fisik si anak, yang pada akhirnya membuat mereka sakit-sakitan misalkan.

35 persen mencemaskan pengaruh negatif dari media sosial terhadap kemampuan fokus si anak, dan 34 persen mencemaskan kemampuan anak untuk berinteraksi sosial secara langsung karena lebih sering berinteraksi di dunia maya.

Hal lain yang dicemaskan orang tua adalah mereka takut anaknya kecanduan internet (56 persen), 38 persen takut anaknya menyebarkan informasi personal yang terinci di dunia maya, dan 34 persen khawatir ini akan berpengaruh buruk pada pola tidur si anak.

Baca juga: Catat, Ini Tanda-tanda Anak Sudah Kecanduan Gadget

Psikolog anak dan keluarga Astrid Wulansari, MPsi., juga pernah menuturkan, anak bisa dicegah mengalami kecanduan gadget asalkan orang tua juga sadar diri. Mengapa? Sebab pada dasarnya anak akan mencontoh apa yang dilakukan orang tuanya.

Kalaupun ingin tetap menggunakan gadget, orang tua diminta untuk menahan diri. Semisal menyalakan gadget ketika anak sudah terlelap atau mematikan notifikasi suara.

Kepada anak, biasakan untuk membatasi penggunaan gadgetnya tetapi tidak secara ekstrem. "Coba no gadget di waktu makan dan satu jam sebelum tidur. Cara ini bisa membantu anak meregulasi diri. Ketika anak bermain gadget, beri juga batasan waktu," sarannya seperti diberitakan detikHealth sebelumnya.

Jangan lupa, beri kegiatan lain berupa eksplorasi, seperti minat atau lingkungan sekitar. Bisa juga dengan mengajak anak melakukan kegiatan bersama yang sifatnya interaktif, seperti jalan-jalan ke taman atau memasak bersama.(lll/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit