detikhealth
Konsultasi Umum
dr. Dito Anurogo

Penulis 17 buku dan sedang studi S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis FK UGM Yogyakarta.

Adakah Kaitan Vaksin Hepatitis A dengan Tubuh yang Mudah Lelah?

Suherni Sulaeman - detikHealth
Kamis, 15/12/2016 17:13 WIB
Adakah Kaitan Vaksin Hepatitis A dengan Tubuh yang Mudah Lelah?Foto: thinkstock
Jakarta, Hi Dok, saya mau bertanya, saya sering kali pingsan hingga jumlahnya tak terhitung, saya juga mudah sekali merasa lelah, lemas dan lesu, detak jantung saya tak menentu, terkadang hanya 35 detak/menit, tapi juga terkadang sehabis olahraga detaknya lebih cepat dan sangat cepat.

Ketika saya mengalami kedua hal tersebut tangan dan kaki saya dingin, kepala saya juga terkena migrain. Yang ingin saya tanyakan sebenarnya saya sakit apa? Dan bagaimana cara mengatasinya? Setahun terakhir saya diberi vaksin hepatitis 3A— setelah mengalami pengecekan, dikarenakan orang tua saya terkena liver. Apakah hal ini berpengaruh terhadap saya yang sekarang?

Lily (Wanita, 16 tahun)

Jawaban

Kondisi sering pingsan, mendadak tak sadarkan diri, hilang kesadaran sesaat, di dunia kedokteran disebut sebagai sinkop [syncope]. Sekitar 80 persen penderita pertama kali mengalami serangan sinkop sebelum usia 30 tahun. Studi berbasis populasi mengindikasikan bahwa sekitar 40 persen orang dewasa pernah sinkop, dan perempuan lebih sering mengalaminya. Tipe sinkop meliputi sinkop kardiak, dimediasi neural, neurologis, ortostatik, psikogenik, dan tidak diketahui penyebabnya. Total ada lebih dari 30 diagnosis banding sinkop, yang mengindikasikan bahwa sinkop ini sangat sulit didiagnosis, meskipun oleh tim medis. Penderita sinkop haruslah dievaluasi electrocardiography 12 lead, diperiksa tanda-tanda vital orthostatic oleh dokter beserta tim medis. Pemeriksaan laboratorium sebagai evaluasi sinkop haruslah dilakukan atas indikasi klinis, melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik.

Secara umum, sinkop diduga erat terkait dengan kondisi berikut:
1. Vasomotor/vaskuler [dapat dipertimbangkan pada kondisi dehidrasi, hipotensi, perdarahan, neuropati diabetik, dsb]
2. Jantung/kardiak [dapat dipertimbangkan pada kondisi disritmia, bradidisritmia, stenosis trikuspid, takikardi ventrikular/supraventrikuler paroksismal, hipotensi paru-paru primer, dsb]
3. Situasional [dapat dipertimbangkan pada kondisi batuk, defekasi/buang air besar, mikturisi/buang air kecil, menelan, dsb]
4. Endokrin/metabolik [dapat dipertimbangkan pada kondisi hipotiroidisme, hipoksemia, feokromositoma]
5. Sistem saraf pusat [sindrom hiperventilasi, hidrosefalus, migren, serangan panik, gangguan kejang, narkolepsi]

Berdasarkan literatur, sangat jarang dijumpai efek samping akibat vaksin hepatitis A, terlebih lagi telah diberikan setahun.

Meskipun demikian, Anda tetap perlu mengetahui apa saja tanda-tanda reaksi alergi vaksin hepatitis A.

Tanda-tanda reaksi alergi berat terhadap vaksin hepatitis A, berupa demam tinggi, pusing, denyut jantung bertambah cepat, lemah atau lesu, pucat, mengi, sulit bernapas, perubahan perilaku.

Reaksi minor lain dari vaksin hepatitis A yang dapat berlangsung 1-2 hari, misalnya sakit kepala, merasa lelah yang sangat, sakit di tempat suntikan.

Rekomendasi saya, segeralah memeriksakan diri ke dokter, untuk dilakukan evaluasi yang komprehensif dan berkesinambungan, demi kesehatan Anda.

Dokter Dito Anurogo, penulis 18 buku, S-2 IKD Biomedis FK UGM Yogyakarta.(hrn/rdn)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit