Jakarta -
Hati adalah organ vital bagi tubuh karena ia mengatur darah dan juga beberapa fungsi metabolisme. Kesehatannya penting untuk dijaga karena bila sudah rusak maka seseorang bisa menghabiskan banyak waktu dan sumber daya untuk perawatan.
dr Talal Adhami dari Cleveland Clinic mengatakan ada beberapa hal yang umum bisa menyebabkan kerusakan pada hati. Penyebab utama adalah adanya serangan virus hepatitis, tapi selain itu bisa juga dipicu oleh gaya hidup tidak sehat.
Untuk serangan virus hal yang bisa seseorang lakukan adalah dengan melindungi diri dengan vaksin. Sementara itu untuk kerusakan hati karena gaya hidup jelas langkah yang bisa dilakukan adalah dengan menghindari perilaku berisiko.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari berbagai sumber, berikut 5 hal yang diketahui bisa merusak hati:
1. Alkohol
Foto: thinkstock
|
Ketika alkohol dikonsumsi dan mengalir masuk dalam darah, hati bertugas untuk membersihkannya. Bila seseorang rutin mengonsumsi alkohol selama bertahun-tahun maka pekerjaan hati juga akan jadi semakin berat membuatnya meradang, luka, dan akhirnya terjadi pengerasan atau sirosis.
dr Talal mengatakan dalam kondisi normal hati seperti spons yang dapat menyerap darah. Ketika sirosis terjadi maka spons yang tadinya bersifat lunak dan dapat mengembang berubah menjadi keras dan padat. Konsekuensinya darah jadi tidak dapat mengalir bebas menimbulkan risiko berbagai hal mulai dari hipertensi sampai pendarahan.
2. Obat nyeri
Foto: thinkstock
|
Obat secara keseluruhan dapat menjadi racun ketika dikonsumsi secara berlebihan dan akan berdampak pula ke hati sebagai organ yang bekerja keras menetralisirnya.
Obat nyeri acetaminophen (Tylenol) khususnya dikatakan oleh dr Talal perlu dikonsumsi lebih hati-hati. "Rekomendasinya adalah pasien jangan mengonsumsi lebih dari empat gram Tylenol sekaligus. Untuk mereka yang biasa mengonsumsi alkohol anjurannya jadi dua gram karena Tylenol dapat berubah menjadi racun dan menyerang hati," kata dr Talal.
3. Minuman energi
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
Seorang pria 50 tahun dari Amerika Serikat dilaporkan dalam jurnal BMJ Case terkena hepatitis akut setelah dirinya mengaku biasa mengonsumsi empat sampai lima botol minuman berenergi setiap hari.
Tim peneliti dipimpin oleh dr Jennifer Harb dari University of Florida College of Medicine mengatakan ada penumpukan berlebih asam folat (B9), vitamin B12, B6, dan vitamin B3 yang berbahaya pada hati sang pria.
Hal tersebut yang diduga kuat menjadi penyebab kerusakan hati dan setelah asupan minuman energi dihentikan sang pria pun kembali normal.
"Diagnosis didukung oleh pertimbangan data kronologis dan klinis. Kerusakan pada hatinya disebabkan langsung oleh konsumsi berlebihan minuman berenergi dan pulih ketika konsumsi produk dihentikan," tulis dr Jennifer seperti dikutip dari laporan di BMJ Case
4. Obesitas
Foto: thinkstock
|
Menurut American Liver Foundation (ALF), sebanyak 25 persen masyarakat di Amerika menderita penyakit perlemakan hati non-alkoholik. Artinya sekitar 5-10 persen hati mereka terdiri dari lemak.
dr Talal mengatakan semakin banyak lemak yang terdapat di hati maka semakin besar pula resiko seseorang alami komplikasi. Contohnya seperti penyakit pembuluh darah stroke dan serangan jantung.
5. Gula
Foto: thinkstock
|
Sirup jagung yang tinggi fruktosa dapat bersifat sangat buruk untuk hati. Alasannya karena gula bisa mengandung banyak kalori yang ketika dikonsumsi berlebih akan jadi lemak.
Semakin banyak lemak yang ditimbun oleh tubuh maka kembali membuat seseorang terkena penyakit hati gemuk non-alkolik.
Ketika alkohol dikonsumsi dan mengalir masuk dalam darah, hati bertugas untuk membersihkannya. Bila seseorang rutin mengonsumsi alkohol selama bertahun-tahun maka pekerjaan hati juga akan jadi semakin berat membuatnya meradang, luka, dan akhirnya terjadi pengerasan atau sirosis.
dr Talal mengatakan dalam kondisi normal hati seperti spons yang dapat menyerap darah. Ketika sirosis terjadi maka spons yang tadinya bersifat lunak dan dapat mengembang berubah menjadi keras dan padat. Konsekuensinya darah jadi tidak dapat mengalir bebas menimbulkan risiko berbagai hal mulai dari hipertensi sampai pendarahan.
Obat secara keseluruhan dapat menjadi racun ketika dikonsumsi secara berlebihan dan akan berdampak pula ke hati sebagai organ yang bekerja keras menetralisirnya.
Obat nyeri acetaminophen (Tylenol) khususnya dikatakan oleh dr Talal perlu dikonsumsi lebih hati-hati. "Rekomendasinya adalah pasien jangan mengonsumsi lebih dari empat gram Tylenol sekaligus. Untuk mereka yang biasa mengonsumsi alkohol anjurannya jadi dua gram karena Tylenol dapat berubah menjadi racun dan menyerang hati," kata dr Talal.
Seorang pria 50 tahun dari Amerika Serikat dilaporkan dalam jurnal BMJ Case terkena hepatitis akut setelah dirinya mengaku biasa mengonsumsi empat sampai lima botol minuman berenergi setiap hari.
Tim peneliti dipimpin oleh dr Jennifer Harb dari University of Florida College of Medicine mengatakan ada penumpukan berlebih asam folat (B9), vitamin B12, B6, dan vitamin B3 yang berbahaya pada hati sang pria.
Hal tersebut yang diduga kuat menjadi penyebab kerusakan hati dan setelah asupan minuman energi dihentikan sang pria pun kembali normal.
"Diagnosis didukung oleh pertimbangan data kronologis dan klinis. Kerusakan pada hatinya disebabkan langsung oleh konsumsi berlebihan minuman berenergi dan pulih ketika konsumsi produk dihentikan," tulis dr Jennifer seperti dikutip dari laporan di BMJ Case
Menurut American Liver Foundation (ALF), sebanyak 25 persen masyarakat di Amerika menderita penyakit perlemakan hati non-alkoholik. Artinya sekitar 5-10 persen hati mereka terdiri dari lemak.
dr Talal mengatakan semakin banyak lemak yang terdapat di hati maka semakin besar pula resiko seseorang alami komplikasi. Contohnya seperti penyakit pembuluh darah stroke dan serangan jantung.
Sirup jagung yang tinggi fruktosa dapat bersifat sangat buruk untuk hati. Alasannya karena gula bisa mengandung banyak kalori yang ketika dikonsumsi berlebih akan jadi lemak.
Semakin banyak lemak yang ditimbun oleh tubuh maka kembali membuat seseorang terkena penyakit hati gemuk non-alkolik.
(fds/up)